Basic Environmental Training 4

GOGOH IWAK DESA PURWODADI GUNUNGKIDUL: UPAYA PENYELAMATAN TELAGA TERSISA

Hari Rabu tanggal 15 April 2015, suasana Telaga Ngrinjing yang biasanya sepi dan tenang mendadak ramai. Hari itu ada kegiatan Gogoh Iwak di telaga tersebut. Sekilas kegiatan ini seperti kegiatan hura – hura saja. Para peserta berlomba untuk menangkap ikan yang sudah disebar sebelumnya ke dalam genangan air sisa – sisa air hujan di telaga tersebut. Karena hujan masih cukup sering turun beberapa hari ini, di telaga tersebut masih ditemukan air yang menggenang. Namun jika musim kemarau tiba, telaga ini gersang. Sebagaimana bisa kita jumpai pada sebagian besar telaga di Kabupaten Gunungkidul. Namun nasib ini masih jauh lebih baik jika dibandingkan dengan satu telaga lainnya yang ada di desa tersebut.

Di Desa Purwodadi Kecamatan Tepus sendiri hanya memiliki 2 telaga yang jaraknya hampir berdekatan. Selain Telaga Ngrinjing terdapat pula Telaga Sengon, yang saat ini sudah dialihfungsikan menjadi kebun buah karena tidak mampu lagi menampung atau menahan air. Tentang Telaga Sengon telah kami ceritakan secara singkat dalam funpage WALHI Yogyakarta pada hari air 2014 lalu.

Telaga Ngrinjing berada di Padukuhan Kenis, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Purwodadi berada di Kawasan Karst Gunungkidul. Telaga merupakan salah satu cirri khas kawasan karst. Sebagaimana kita tahu, kawasan karst memiliki air tanah yang melimpah dalam bentuk sungai – sungai bawah tanah. Namun akses terhadap air tanah tersebut sangat sulit, karena letaknya yang jauh dan dalam.

Jika di kawasan perkotaan atau pedesaan pada umumnya kita menemukan sungai sebagai air permukaan, di kawasan karst sungai – sungai terdapat di dalam tanah. Sebagai gantinya, terdapat telaga sebagai air permukaan. Saat ini, telaga – telaga tersebut terutama yang ada di  kawasan karst Gunungkidul sudah banyak yang kehilangan fungsinya karena berbagai sebab, salah satunya pembangunan fisik. Sebagaimana tulisan kami tentang Kebun Sengon bahwa kawasan karst merupakan kawasan yang unik, dapat dilihat dengan keunikan sistem hidrologinya. Berbagai upaya kemudian dilakukan masyarakat untuk menyelamatkan sumber air mereka yang tersisa, salah satunya Gogoh Iwak yang diadakan oleh masyarakat Desa Purwodadi di Telaga Ngrinjing tersebut.

Gogoh Iwak, kegiatan yang terkesan hura – hura dan senang – senang tersebut ternyata dilatar belakangi tujuan yang sangat mulia yaitu menyelamatkan Telaga Ngrinjing. Kenapa masyarakat Gogoh Iwak dirasa dapat menyelamatkan Telaga Ngrinjing? Menurut cerita Bu Bekti dan Pak Joko yang keduanya masing – masing merupakan Dukuh Gerotan dan Brongkol, bentuk kegiatan Gogoh Iwak yang mengharuskan peserta menangkap ikan dalam genangan air hujan tersebut akan membuat tanah lempung di dasar telaga terinjak – injak. Hal ini dipercaya akan dapat meningkatkan kemampuan dasar telaga tersebut menahan air. Hal tersebut juga yang disampaikan oleh Pak Dwi selaku Dukuh Kenis, dalam sambutannya. Dengan demikian, besar harapan masyarakat telaga tersebut dapat berfungsi seperti masa silam saat beliau – beliau masih kanak – kanak. Sehingga dapat menjadi sumber air lagi bagi pemenuhan kebutuhan sehari – hari masyarakat sekitar.

Kenapa masyarakat begitu ingin menyelamatkan Telaga Ngrinjing? Telaga Ngrinjing menjadi satu – satunya telaga yang tersisa di Desa Purwodadi setelah Telaga Sengon dialihfungsikan sebagai Kebun Buah. Upaya Gogoh Iwak ini memang tidak dilakukan terhadap Telaga Sengon yang menurut masyarakat telah kehilangan fungsinya sama sekali sebelum akhirnya dialihfungsikan sebagai kebun buah. Menurut masyarakat, bahkan di musim hujan telaga ini tidak mampu menahan air. Sementara pada Telaga Ngrinjing masih dapat kita lihat air pada telaga ini di musim penghujan.

Masih menurut masyarakat setempat, Telaga Ngrinjing belum terkena program pengerukan yang dilakukan pada masa lalu. Di sekitar telaga inipun masih minim pembangunan fisisk dan masih terdapat pohon beringin yang lebat dengan akar menjunjai. Sehingga masyarakat merasa masih memiliki harapan untuk dapat memulihkan fungsi alamiah telaga ini sebagai sumber air. Berbeda dengan Telaga Sengon yang telah dikeruk pada masa silam, sebagai salah satu program pemerintah sehingga menghilangkan lapisan tanah atasnya yang memiliki fungsi besar dalam menahan air di telaga. Inilah salah satu keunikan kawasan karst. Respon Pemerintah Kabupaten dalam upaya masyarakat ini kemudian menjadi penting.

 

Salam Adil dan Lestari!

Xbanner1

Jl. Nyi Pembayun 14 A Karang Samalo Kotagede Yogyakarta 55172 T/F: +62 274 378631