Basic Environmental Training 4

KAWASAN LINDUNG GEOLOGI; Pemerintah Kabupaten Bantul Larang Tambak Udang di Pesisir Selatan

BANTUL,KOMPAS — Mulai awal Maret ini, Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melarang pembangunan tambak udang di sepanjang pesisir selatan Bantul. Pembangunan tambak akan merusak kawasan lindung geologi.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yogyakarta Halik Sandera mengatakan, sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa merupakan kawasan rawan tsunami sehingga tempat ini ditetapkan sebagai kawasan lindung geologi.

”Kondisi alam di pesisir selatan, termasuk keberadaan gumuk-gumuk pasir di sekitar Pantai Parangtritis (Bantul), sudah ditetapkan sebagai kawasan lindung geologi yang diakui dunia. Terbentuknya gumuk pasir sesuai mekanisme alam menjadi benteng pelindung kawasan pesisir dari ancaman tsunami. Butuh waktu yang sangat lama untuk pembentukan gumuk karena prosesnya mengikuti perubahan arah angin,” ujar dia, Jumat (21/3), di Bantul.Karena itu, pembangunan tambak udang dengan cara mengeruk pasir dan gumuk di sepanjang pesisir akan merusak dan menghilangkan benteng-benteng tsunami alami tersebut. Selain itu, pencemaran air payau ke lahan pertanian juga berdampak pada matinya tumbuhan karena kadar garam yang tinggi.

”Itulah mengapa di pinggir pantai biasanya ditanami pohon cemara udang yang fungsinya menahan air laut agar tidak terbawa angin ke lahan-lahan pertanian. Jika tambak-tambak udang dibangun, air payau dari kincir-kincir angin akan terbawa angin dan mengenai lahan pertanian,” ujar Halik.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul Edi Mahmud membenarkan bahwa pembangunan tambak udang mengancam kawasan konservasi pesisir selatan. Sesuai surat keputusan Bupati Bantul, kawasan tambak yang baru dikerjakan atau akan dikerjakan harus dihentikan operasinya. Para petambak yang telanjur menebar benih tetap diberi kesempatan beroperasi, tetapi hanya selama satu kali periode masa panen.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Bantul Eddy Susanto mengatakan, pembangunan tambak udang di pesisir selatan juga akan semakin cepat merusak jalur jalan lintas selatan di sepanjang pesisir selatan Jawa.

Demi terjaganya konservasi alam, menurut Halik, Pemerintah Kabupaten Bantul harus mempertegas zonasi peruntukan ruang di kawasan pesisir selatan. Jangan sampai, kebijakan pengaturan zonasi yang disusun justru merugikan konservasi alam di sekitar Bantul untuk puluhan tahun ke depan.

”Peraturan daerah zonasi di Kabupaten Bantul masih dalam pembahasan dan ditargetkan selesai tahun ini. DPRD Bantul harus segera menyelesaikan pembahasan peraturan daerah ini karena di tingkat horizontal telah muncul konflik antara warga yang membangun tambak udang dan para petani yang menolak pembangunan tambak,” kata Edi.

Bowo (65), petani di Desa Srigading, Sanden, Bantul, mengaku khawatir dengan keberadaan puluhan tambak di pesisir selatan Bantul. Limbah dan air payau tambak akan merusak tanaman-tanaman pertanian yang menjadi tumpuan mata pencarian warga setempat.Sudadi (55), petani lain asal Srigading, menyayangkan jika tambak-tambak udang yang hanya dikuasai segelintir pemodal justru nantinya menggusur lahan pertanian yang digarap masyarakat. ”Sebagian besar dari mereka menyewa tanah-tanah kas desa dan tanah warga,” ujar dia. (ABK)

Sumber: Kompas, 22 Maret 2014, Halaman 22

Xbanner1

Jl. Nyi Pembayun 14 A Karang Samalo Kotagede Yogyakarta 55172 T/F: +62 274 378631