|
Opini : PDAM, Air (Bukan) untuk Rakyat |
|
Tuesday, 23 September 2008 |
Umbu Wulang TAP (Relawan WALHI)
Akhir-akhir ini saat perhatian publik tengah tertuju pada kelangkaan dan kenaikan harga elpiji, kita disuguhkan pemberitaan mengenai bobroknya kondisi kebanyakan PDAM di Indonesia. Hanya 24 % atau 80 perusahan air minum yang masuk kategori sehat (Rubrik Nusaraya, HARJO, 28 Agustus 2008). Selebihnya, masuk kategori sakit dan bahkan ada yang sudah berbaring di “Unit Gawat Darurat”. Bak pinang dibelah dua, kiprah Pertamina dan PDAM sebagai pelayan publik di sektor kebutuhan dasar sama-sama merugikan dan mengecewakan masyarakat |
|
|
Banyu Panguripan, di Titik Nadir? |
|
Friday, 08 August 2008 |
|
Sekitar 85 % sumber air atau sumur di Yogyakarta telah tercemar bakteri E-coli dan sebagian besarnya mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Sungguh angka yang mencengangkan hati bagi siapa saja yang mendengarnya. Dengan angka sebesar itu cukup membuat warga masyarakat lebih waspada dalam mengkonsumsi air.
|
|
|
Krisis Air di Dusun Soka-Ngoro Oro |
|
Thursday, 21 September 2006 |
|
Siang itu terik begitu menyengat, berbondong-bondong warga terlihat diantara bukit-bukit kapur (karst) yang mengelilingi dusun Soka membawa ember, galon, jerigen menuju ke lembah bawah bukit. Mata air yang terletak di persawahan yang kering masih mengeluarkan air meski debit air tidak sebanyak sebelumnya. Walau debit airnya mengalami penurunan, warga dusun Soka tetap optimis dan tidak sesekali menyerah mencari dan menggali lahan mereka dengan harapan bisa mendapatkan titik mata air. Berbagai upaya dilakukan, menggali dan tidak sedikit upaya yang dilakukan hanya berujung pada kesia-siaan. Biasanya pencarian dilakukan dengan membentuk kelompok atau secara komunal yang berasal dari tetangga, kerabat atau keluarganya sendiri. Alhasil, dua mata air yang tersisa masih bertahan hingga saat ini. Debet air dari kedua mata air itu memang tidak dapat memenuhi kebutuhan seluruh warga. |
|
|
Advokasi Atas Sumber Daya Air Masyarakat di Jogjakarta |
|
Friday, 05 May 2006 |
|
Jumat (05/05/2006) Air adalah sesuatu yang sulit untuk disubtitusi, meski oleh produk-produk modern yang berbentuk cairan sekalipun seperti soft drink, juice atau lain sebagai. Air tetap saja memiliki tempat tertentu dalam siklus human needs, yang sulit untuk terganti. Air merupakan sesuatu yang vital bagi kehidupan manusia. Pemenuhan kebutuhan akan air, adalah pemenuhan terhadap kebutuhan dasar untuk keberlangsungan hidup manusia, dan karena kebutuhan dasar merupakan Hak Asasi Manusia, maka pemenuhan kebutuhan akan air adalah pemenuhan atas hak asasi manusia. |
|
|
Release Walhi Jogjakarta untuk Peringatan Hari Air Sedunia |
|
Wednesday, 22 March 2006 |
|
Kamis (22/03/06) Hari Air Sedunia, mengingatkan kita akan banjir yang melanda Aceh, Sumatra Utara, Jakarta dan propinsi lain akibat musim hujan diawal 2007 lalu atau kekeringan panjang dipertengahan tahun 2006 yang berdampak pada krisis air dibeberapa wilayah Indonesia. Banjir dan kekeringan, semata-mata bukan disebabkan karena tinggi atau rendahya curah hujan. Banjir dan kekeringan adalah bukti dari ketidakseriusan dan ketidakpedulian kita atas kelestarian lingkungan. |
|
|