|
Thursday, 21 September 2006 |
Relawan yang Aktif di LapanganWajah tak kenal lelah, mesti terlihat letih tetapi semangatnya untuk terus bekerja membantu sesama jelas terpancar di rautnya. Berawal keinginan yang besar untuk meringankan korban bencana 27 Mei 2006, Herry Widodo bapak berusia 36 tahun memulai aktivitas sosial sebagai relawan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) D.I Jogjakarta. Pasca bencana gempa bumi WALHI menginformasikan kebutuhan relawan melalui radio Sonora untuk membantu penanganan korban pada tahap emergency respon . Dari informasi itulah kemudian pria asal Jogjakarta mendatangi sekertariat WALHI di Jl. Hayam Wuruk 110, Lempuyangan. |
|
|
Relawan Abdillah el Husni |
|
Tuesday, 04 July 2006 |
![]() Tantangan Menarik di Data Base Perubahan terasa di posko Walhi Jogjakarta. Kantor eksekutive daerah yang dijadikan posko, biasanya hanya ditempati staf Walhi dan rekan-rekan sahabat lingkungan, paska gempa 5,6 SR menjadi sangat ramai dengan para relawan dan masyarakat yang datang untuk mengajukan permohonan bantuan. |
|
|
Tuesday, 04 July 2006 |
|
Kami Senang Memasak Untuk Para Relawan
Baru pukul 5.30 pagi, ketika aktivitas di dapur umum posko bencana Walhi Jogjakarta telah dimulai. Beberapa orang ibu, terlihat menurunkan barang-barang belanjaan untuk Kebutuhan dapur hari itu. “ Kami tiap pagi berbelanja di pasar Kranggan untuk kebutuhan makan para relawan disetiap harinya. Kalau relawannya banyak, kami belanja sampai dua becak. Setiap hari menunya beda-beda, biar relawannya selera makan. Meski capek tapi kami senang bisa memaksa untuk para relawan.” demikian penuturan Ibu Purwanti, koordinator relawan dapur umum. |
|
|
Tuesday, 20 June 2006 |
Jadi Relawan Karena Panggilan Jiwa
Posko gempa Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jogjakarta di jalan Hayam Wuruk siang itu sungguh ramai. Ya, Jogjakarta dan beberapa wilayah di Jawa Tengah telah diguncang gempa. WALHI segera membuka posko pendistribusian bantuan dan relawan pencari data. |
|
|