|
Press Release : Menolak Konsultasi Publik Rencana Pertambangan dan Pemrosesan Pasir Besi |
|
Monday, 19 October 2009 |
|
Adanya Konsultasi Publik Rencana Kegiatan Pertambangan Dan Pemrosesan Pasir Besi yang diadakan pada tanggal 20 Oktober 2009 di gedung kaca Pemkab Kulon Progo sangat disayangkan oleh kami dari WALHI Yogyakarta sebagai organisasi lingkungan. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menolak kegiatan tersebut. Adapun landasan kami untuk menolak yakni : |
|
|
PENYELAMATAN KAWASAN PESISIR DAN LAUT DARI INTERVENSI ASING |
|
Saturday, 16 May 2009 |
|
Tiga tahun terakhir, Indonesia telah mencatat rekor dengan menggelar pertemuan internasional yang menggrogoti hajat hidup rakyatnya (UNFCC-2007, ADB-2009, WOC-2009). Serangkaian pertemuan tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses intervensi pihak asing terhadap keberlanjutan kekayaan sumber daya alam negeri ini. Hal ini tidak terlepas dari arogansi negara yang ingin menguasai seluruh sumber-sumber penghidupan dan mempersempit akses bagi rakyat untuk mengelolanya. |
|
|
Thursday, 06 November 2008 |
|
Surat dengan no 34/SP-1/WY-DE/XI/2008 dengan hal : Mosi Tidak Percaya yang ditujukan kepada Menteri ESDM dan Bupati Kulonprogo Jogjakarta merupakan respon terhadap telah ditandatangani Kontrak Karya Penambangan Pasir Besi di Pesisir Kulonprogo, dimana surat ini berisi sebagai berikut : |
|
|
Press Release : Kontroversi Pasir Besi di Kulonprogo |
|
Thursday, 23 October 2008 |
Nomor : 33/SP/WY-DE/X/2008 Hal : Press release Eksplorasi Biji Besi
Kontroversi Pasir Besi di Kulonprogo
Beredarnya kabar bahwa Kementerian ESDM di Jakarta akan melakukan kontrak karya dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dalam rangka melanjutkan eksplorasi tambang biji besi menjadi eksploitasi, kami dari WALHI Yogyakarta sebagai organisasi lingkungan mendesak kepada Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Kulonprogo dan Menteri ESDM untuk mengkaji ulang rencana tersebut. Keterbukaan dan transparansi dengan memegang prinsip kehati-hatian serta partisipasi publik dengan masyarakat menjadi keharusan yang mesti diemban para pemegang kebijakan. Ini penting mengingat hinggga sekarang posisi dan status kejelasan komunikasi publik khususnya dengan masyarakat sekitar kawasan penambangan pasir belum selesai. |
|
|
Opini : PDAM, Air (Bukan) untuk Rakyat |
|
Tuesday, 23 September 2008 |
Umbu Wulang TAP (Relawan WALHI)
Akhir-akhir ini saat perhatian publik tengah tertuju pada kelangkaan dan kenaikan harga elpiji, kita disuguhkan pemberitaan mengenai bobroknya kondisi kebanyakan PDAM di Indonesia. Hanya 24 % atau 80 perusahan air minum yang masuk kategori sehat (Rubrik Nusaraya, HARJO, 28 Agustus 2008). Selebihnya, masuk kategori sakit dan bahkan ada yang sudah berbaring di “Unit Gawat Darurat”. Bak pinang dibelah dua, kiprah Pertamina dan PDAM sebagai pelayan publik di sektor kebutuhan dasar sama-sama merugikan dan mengecewakan masyarakat |
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 22 |