|
Opini : PDAM, Air (Bukan) untuk Rakyat |
|
Tuesday, 23 September 2008 |
Umbu Wulang TAP (Relawan WALHI)
Akhir-akhir ini saat perhatian publik tengah tertuju pada kelangkaan dan kenaikan harga elpiji, kita disuguhkan pemberitaan mengenai bobroknya kondisi kebanyakan PDAM di Indonesia. Hanya 24 % atau 80 perusahan air minum yang masuk kategori sehat (Rubrik Nusaraya, HARJO, 28 Agustus 2008). Selebihnya, masuk kategori sakit dan bahkan ada yang sudah berbaring di “Unit Gawat Darurat”. Bak pinang dibelah dua, kiprah Pertamina dan PDAM sebagai pelayan publik di sektor kebutuhan dasar sama-sama merugikan dan mengecewakan masyarakat |
|
|
Banyu Panguripan, di Titik Nadir? |
|
Friday, 08 August 2008 |
|
Sekitar 85 % sumber air atau sumur di Yogyakarta telah tercemar bakteri E-coli dan sebagian besarnya mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Sungguh angka yang mencengangkan hati bagi siapa saja yang mendengarnya. Dengan angka sebesar itu cukup membuat warga masyarakat lebih waspada dalam mengkonsumsi air.
|
|
|
Monday, 01 January 2007 |
|
Kota sebagai pusat pemerintahan dan aktifitas masyarakat yang sangat kompleks merupakan daerah dengan perubahan ekologi yang sangat cepat. Permasalahan yang ada merupakan akibat dari aktifitas masyarakat yang tinggi, sehingga perlu adanya rencana pengelolaan lingkungan kota yang berkelanjutan. |
|
|
Untuk Udara Bersih, Kami TIDAK BUTUH Dana Hutang |
|
Wednesday, 13 December 2006 |
|
Rabu (13/12/2006) Better Air Quality (BAQ) workshop adalah rangkaian dari strategi dan rencana aksi nasional untuk perbaikan kualitas udara perkotaan , dikoordinasikan oleh Bappenas , dan disponsori oleh Asian Development Bank (ADB) . Untuk tahap awalnya di Indonesia program ini akan diterapkan di 5 kota, yaitu Jakarta, Jogjakarta, Semarang, Surabaya dan Bandung . Meski berbungkus issue sosial kemanusiaan melalui “Perbaikan kualitas udara” akan tetapi sebagaimana program yang didanai Bank Dunia (WB) dan ADB lainnya, maka BAQ adalah gerbang menuju UAQi yang berindikasi HUTANG LUAR NEGERI dalam pembiayaan programnya. |
|
|
Advokasi Atas Sumber Daya Air Masyarakat di Jogjakarta |
|
Friday, 05 May 2006 |
|
Jumat (05/05/2006) Air adalah sesuatu yang sulit untuk disubtitusi, meski oleh produk-produk modern yang berbentuk cairan sekalipun seperti soft drink, juice atau lain sebagai. Air tetap saja memiliki tempat tertentu dalam siklus human needs, yang sulit untuk terganti. Air merupakan sesuatu yang vital bagi kehidupan manusia. Pemenuhan kebutuhan akan air, adalah pemenuhan terhadap kebutuhan dasar untuk keberlangsungan hidup manusia, dan karena kebutuhan dasar merupakan Hak Asasi Manusia, maka pemenuhan kebutuhan akan air adalah pemenuhan atas hak asasi manusia. |
|
|
|