168 Rumah Program Rutilahu di Jabar Dibangun, Kapolri Ajak Warga Sampaikan Aspirasi

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi terhadap inisiatif pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) yang dilaksanakan di wilayah Jawa Barat. Program ini dianggap sebagai langkah nyata dalam menjawab harapan masyarakat akan kehadiran Polri yang semakin memberikan manfaat.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan oleh Sigit saat menghadiri acara Silaturahmi Ramadan di Polda Jawa Barat. Dalam acara itu, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam melaksanakan program sosial ini.
Dalam kesempatan tersebut, Sigit mengungkapkan rasa syukur kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan, dan Pangdam Siliwangi Kosasih yang telah bersinergi dalam upaya ini. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di lapisan bawah yang sangat membutuhkan perhatian.
“Terima kasih kepada pak Gubernur, pak Kapolda, dan Pangdam yang terus berkolaborasi untuk menciptakan program yang menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Sigit, merujuk pada upaya bersama yang telah dilakukan.
Sigit menegaskan bahwa pembangunan dan renovasi rumah rutilahu memberikan manfaat yang signifikan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang berada di garis ekonomi bawah. Dia menyatakan bahwa Polri harus hadir dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat secara langsung.
“Polri perlu melaksanakan dan memahami apa yang menjadi aspirasi serta harapan masyarakat, agar institusi Polri semakin mampu melaksanakan tugas sesuai dengan keinginan masyarakat, terutama di Jawa Barat,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, program rutilahu di Jawa Barat telah menjangkau sebanyak 168 unit rumah. Dari jumlah tersebut, 67 unit telah selesai dibangun, sedangkan 101 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Tidak hanya memfokuskan pada program sosial, Sigit juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah ketidakpastian global, termasuk meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
“Dalam menghadapi situasi yang kita hadapi saat ini, diperlukan kebersamaan dan persatuan. Ini merupakan kunci utama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Selanjutnya, Sigit menekankan bahwa di tengah dinamika global yang terus berkembang, pemerintah berkomitmen untuk menjalankan program-program strategis guna mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini, menurutnya, hanya bisa terwujud melalui soliditas semua elemen bangsa.
“Tentunya program-program yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan ketahanan energi harus kita kawal dengan serius. Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk menghadapi tantangan global yang ada,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi yang Membantu Anda Sukses
➡️ Baca Juga: Membangun Kepercayaan Diri: Tips untuk Menjadi Lebih Percaya Diri



