Cegah Penyebaran Campak, Hindari Cium dan Pegang Bayi-Balita Saat Lebaran

Jakarta – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap kemungkinan penyebaran penyakit campak, terutama saat melakukan silaturahmi di perayaan Idul Fitri atau Lebaran.
“Pesan penting yang harus diperhatikan adalah hindari mencium atau memegang anak-anak, khususnya bayi dan balita, karena sistem kekebalan tubuh mereka masih sangat rentan,” ungkap Ani, saat ditemui di Jakarta Timur, dilansir dari ANTARA pada 12 Maret 2026.
Walaupun hingga saat ini belum ada laporan kasus campak di Jakarta, Ani menekankan bahwa penyakit ini sudah terdeteksi di beberapa wilayah di sekitar ibu kota.
Oleh karena itu, Ani meminta masyarakat, terutama yang memiliki anak-anak, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini.
“Ini adalah tanggung jawab bersama kita untuk tetap waspada, terutama menjelang hari raya,” tutup Ani.
Sebelumnya, Dr. Arifianto, Spesialis Anak di RSUD Pasar Rebo, menjelaskan bahwa campak masih ada di masyarakat karena vaksinasi yang tidak lengkap.
Dia menegaskan bahwa hampir setiap minggu ada pasien anak yang memerlukan ventilator atau dirawat di ruang perawatan intensif (PICU) akibat campak.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa penyakit campak dapat dicegah melalui vaksinasi yang meningkatkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya melengkapi imunisasi anak-anak.
Arifianto juga menambahkan bahwa anak-anak yang belum terpapar berbagai virus atau bakteri perlu dikenalkan dengan vaksin agar tubuh mereka dapat membangun antibodi. Dengan demikian, saat terpapar penyakit, sistem kekebalan mereka mampu melawan infeksi tersebut.
Imunisasi campak rubela diberikan dalam tiga dosis, yaitu saat anak berusia 9 bulan, dilanjutkan dengan dosis penguat pada usia 18 bulan dan 6-7 tahun.
➡️ Baca Juga: Lesti Kejora Buka Suara Usai Dipolisikan oleh Pencipta Lagu
➡️ Baca Juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari untuk Hidup Sehat




