Malaysia Bebas Tarif Tol Selat Hormuz, Simak Alasan di Baliknya

Perkembangan ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran semakin meningkat setelah keputusan Iran untuk menerapkan tarif bagi semua kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sangat vital secara global. Langkah ini diambil oleh Parlemen Iran dan juga melarang kapal-kapal yang terhubung dengan AS, Israel, dan sekutu-sekutunya. Keputusan ini menjadi sinyal perubahan besar dalam pengendalian jalur laut, sekaligus menjadi tantangan langsung bagi kekuatan Barat.
Dengan sekitar 20% dari total perdagangan minyak dunia melewati selat yang sempit ini, kebijakan baru yang diterapkan oleh Iran berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap pasar energi global, biaya pengiriman, serta hubungan diplomatik antarpihak internasional.
Menariknya, Malaysia, sebagai negara tetangga, mendapatkan keistimewaan dari Iran. Dikatakan bahwa kapal-kapal yang beroperasi di bawah bendera Malaysia tidak akan dikenakan tarif saat melintasi Selat Hormuz. Selain itu, Iran juga memberikan jaminan bahwa keselamatan kapal-kapal Malaysia akan terjaga. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari itu, Loke mengungkapkan bahwa informasi ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim dalam pertemuan Dewan Aksi Ekonomi Nasional yang berlangsung di Putrajaya.
“Duta Besar Iran telah menegaskan bahwa tidak ada biaya bagi kapal-kapal Malaysia, karena kita memiliki hubungan persahabatan. Hubungan diplomatik antara Malaysia dan Iran juga berjalan dengan sangat baik,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di sebuah acara di sekolah, seperti yang dilaporkan pada Rabu, 1 April 2026.
Loke menambahkan bahwa isu ini juga telah dibahas dalam Majelis Tindakan Ekonomi Nasional. Ia menjelaskan bahwa meskipun beberapa kapal Malaysia saat ini sedang menunggu untuk melewati jalur strategis ini, situasinya masih dapat dikendalikan dengan baik.
Pada hari Sabtu, sumber berita melaporkan bahwa tujuh kapal Malaysia yang saat ini terjebak di Selat Hormuz diperkirakan akan segera melanjutkan perjalanan mereka setelah adanya upaya diplomatik dari pihak Malaysia dengan Iran. Menteri Luar Negeri, Datuk Seri Mohamad Hasan, menyatakan bahwa Tehran telah memberikan persetujuan bagi kapal-kapal tersebut untuk melintas, dengan kemungkinan waktu keberangkatan yang akan segera dibuka.
➡️ Baca Juga: Dhini Aminarti Dorong Perempuan untuk Berlari demi Tujuan yang Mulia
➡️ Baca Juga: Samsung Z Fold6 vs Xiaomi Mix Fold 4: Duel HP Lipat Premium 2026




