AS Melancarkan Serangan ke Pulau Kharg, Pusat Strategis Ekspor Minyak Iran

Ledakan dilaporkan mengguncang Pulau Kharg, yang merupakan titik strategis untuk ekspor minyak Iran, pada hari Selasa. Informasi ini diungkapkan oleh kantor berita Iran, Mehr. Insiden ini terjadi beberapa jam sebelum batas waktu yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump bagi Tehran untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Washington dan membuka kembali Selat Hormuz.
Menurut laporan dari The Wall Street Journal, Amerika Serikat menargetkan lebih dari 50 lokasi di Pulau Kharg. Trump memperingatkan bahwa jika Iran gagal memenuhi tenggat waktu tersebut, AS akan melancarkan serangan udara besar-besaran yang akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di negara tersebut.
Sementara itu, Axios melaporkan, mengutip pernyataan seorang pejabat senior AS, bahwa militer Amerika telah melaksanakan serangan terhadap target-target militer di pulau tersebut.
Wakil Presiden AS, JD Vance, menegaskan pada Selasa bahwa tindakan militer di Pulau Kharg tidak mencerminkan perubahan dalam strategi Amerika. Seorang pejabat AS juga menyampaikan kepada Reuters bahwa serangan lanjutan terhadap sasaran militer tidak akan berdampak pada infrastruktur minyak di pulau tersebut.
Trump telah berulang kali mengancam untuk mengebom atau mengambil alih Pulau Kharg. Pernyataan ini menunjukkan intensitas ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran.
“Kita akan mengakhiri ‘kunjungan indah’ kita di Iran dengan meledakkan dan sepenuhnya menghancurkan semua Pembangkit Listrik, Sumur Minyak, dan Pulau Kharg (serta mungkin semua fasilitas desalinasi!),” ungkap Trump dalam sebuah cuitan di media sosialnya, Truth, sebagaimana dirangkum dari laporan NDTV pada Rabu 8 April 2026.
Dalam pernyataan sebelumnya kepada Financial Times, Trump juga menunjukkan kemungkinan untuk mengambil alih Pulau Kharg. Ia menyatakan, “Mungkin kita ambil Pulau Kharg, mungkin tidak. Kita memiliki banyak pilihan.”
Pada hari Senin, Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap pemerintah Iran dan memperingatkan bahwa mereka akan membayar mahal akibat tindakannya.
Sementara itu, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan serangkaian serangan yang menargetkan infrastruktur di berbagai lokasi di Iran pada hari Selasa. Namun, mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi yang diserang.
“Baru saja, IDF (militer Israel) menyelesaikan gelombang serangan besar-besaran yang menargetkan puluhan lokasi infrastruktur milik rezim teroris Iran di beberapa wilayah di seluruh Iran,” demikian bunyi pernyataan resmi dari militer Israel.
➡️ Baca Juga: Keluarga Vidi Aldiano Kebingungan Menentukan Tema Foto Lebaran Tanpa Kehadirannya
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menawarkan Keahlian kepada Perusahaan Besar Melalui Media Sosial



