AS Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol, Larang Penggunaan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan keputusan untuk memutuskan hubungan dagang dengan Spanyol. Langkah ini diambil setelah ketidakmampuan AS untuk menggunakan fasilitas militer Spanyol dalam serangan terhadap Iran.
Trump menyatakan, “Kami akan menghentikan semua bentuk perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak tertarik untuk melanjutkan kerja sama dengan mereka,” saat memberikan pernyataan kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, di hadapan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, pada tanggal 3 Maret 2026.
Pernyataan ini muncul setelah Spanyol menegaskan bahwa mereka tidak akan mengizinkan AS menggunakan pangkalan militer mereka untuk menyerang Iran. Negara tersebut menekankan bahwa mereka memiliki hak penuh atas semua fasilitas militer di wilayahnya.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, dalam wawancaranya dengan media lokal, menegaskan, “Pangkalan yang berada di bawah kedaulatan Spanyol tidak akan digunakan untuk tujuan di luar perjanjian yang ada dengan Amerika Serikat atau yang bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.”
Albares juga menyatakan bahwa meskipun pangkalan tersebut dikelola secara bersama, otoritas tertinggi tetap berada di tangan Spanyol.
Lebih lanjut, ia membantah klaim bahwa AS telah memberi pemberitahuan sebelumnya mengenai rencana serangan tersebut. Ia menyebut tindakan terbaru terhadap Iran sebagai “tindakan sepihak yang tidak berada dalam kerangka aksi kolektif.”
Di sisi lain, Trump juga mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap Inggris, yang baru-baru ini memutuskan untuk memindahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Langkah ini dilakukan dengan imbalan hak sewa selama 99 tahun untuk pengoperasian pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia.
Pangkalan yang terletak di pulau terbesar di Kepulauan Chagos tersebut telah berperan krusial dalam mendukung operasi militer AS di kawasan Timur Tengah selama beberapa dekade terakhir.
Walaupun tidak secara eksplisit menyebut Diego Garcia, Trump menilai Inggris sebagai “sangat tidak kooperatif” ketika AS sedang merencanakan serangan terhadap Iran. Ia mengecam posisi Inggris yang dianggapnya “mengejutkan.”
Trump menyatakan, “Tindakan mereka merusak hubungan yang telah terjalin. Ini sungguh memalukan.”
Ia menambahkan bahwa AS memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat hari untuk mengidentifikasi lokasi pendaratan di Diego Garcia.
“Lebih mudah bagi kami untuk mendarat di sana daripada harus terbang selama berjam-jam. Kami merasa sangat terkejut dengan situasi ini. Yang kami hadapi saat ini bukanlah Winston Churchill,” ungkap Trump, yang membandingkan Perdana Menteri Inggris saat ini, Keir Starmer, dengan pemimpin Inggris pada masa Perang Dunia II.
➡️ Baca Juga: Menyusun Daftar Bacaan: Buku-Buku yang Harus Dibaca di Tahun Ini
➡️ Baca Juga: Aplikasi ini dihapus Google Play Store tapi masih dipakai jutaan orang loh bahaya




