Aurelie Moeremans Putuskan Broken Strings Diangkat ke Layar Lebar: Aku Benar-benar Excited!

— Paragraf 1 —
Jakarta, VIVA – Kabar menarik datang dari Aurelie Moeremans yang siap membawa kisah emosional “Broken Strings” ke level berikutnya. Cerita yang sebelumnya viral dan menyentuh banyak hati itu dipastikan akan diadaptasi menjadi film layar lebar.
— Paragraf 2 —
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Aurelie melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengungkap bahwa keputusan tersebut bukan sesuatu yang instan, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh pertimbangan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
— Paragraf 3 —
“Setelah banyak banget pertimbangan, dan meeting sama berbagai production house serta sutradara, akhirnya aku memutuskan untuk membawa Broken Strings ke layar film,” kata Aurelie dikutip dari Instagram @aurelie, Jumat, 20 Maret 2026.
— Paragraf 4 —
Selama proses tersebut, Aurelie diketahui melakukan diskusi dengan sejumlah rumah produksi dan sineas sebelum akhirnya menentukan pilihan yang dirasa paling tepat untuk mewujudkan visinya.
— Paragraf 5 —
Bukan Soal Viral atau Bayaran
— Paragraf 6 —
Di tengah maraknya tren adaptasi cerita viral, Aurelie menegaskan bahwa langkah ini tidak didasari ambisi komersial semata. Ia justru menempatkan nilai cerita sebagai prioritas utama.
— Paragraf 7 —
“Ini bukan keputusan yang aku ambil karena siapa yang paling menjanjikan viral, atau siapa yang berani bayar paling besar,” lanjut Aurelie.
— Paragraf 8 —
Baginya, yang terpenting adalah menemukan pihak yang benar-benar memahami esensi cerita dan mampu menyampaikannya dengan tulus.
— Paragraf 9 —
“Aku memilih berdasarkan feeling aku, siapa yang benar-benar peduli dengan ceritaku, yang mau menyampaikan pesan ini dengan jujur, dengan hati, bukan hanya karena hype,” tambahnya.
— Paragraf 10 —
Angkat Isu Sensitif Jadi Edukasi Publik
— Paragraf 11 —
Lebih dari sekadar karya hiburan, Aurelie memiliki misi besar di balik film ini. Ia berharap “Broken Strings” dapat menjadi medium edukasi terkait bahaya child grooming—isu yang masih sering dianggap tabu namun sangat penting untuk disuarakan.
— Paragraf 12 —
“Aku benar-benar excited untuk perjalanan ini. Dan aku berharap, dengan adanya film ini nanti, semakin banyak orang yang sadar akan bahaya child grooming, dan mungkin bisa membantu seseorang merasa tidak sendirian,” ungkapnya dengan penuh harap.
— Paragraf 13 —
Kehadiran film ini diharapkan tidak hanya membuka mata masyarakat, tetapi juga memberi dukungan emosional bagi para penyintas agar merasa lebih kuat dan tidak sendiri.
➡️ Baca Juga: Thibaut Courtois Absen di Derby Madrid dan Perempat Final Liga Champions karena Cedera
➡️ Baca Juga: Kevin Diks Memimpin Tim, Borussia Moenchengladbach Kesulitan Melawan Bayern Munich




