Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membawa Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, bersama beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap, ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas pada malam Jumat.
Berdasarkan pengamatan di Polresta Banyumas, Syamsul yang mengenakan masker berwarna putih terlihat keluar dari Gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) sekitar pukul 21.05 WIB, diikuti oleh sejumlah pejabat Pemkab Cilacap serta tim penyidik KPK.
Ketika ditanyai oleh awak media, Syamsul dan pejabat lainnya memilih untuk tidak memberikan komentar apa pun. Mereka langsung menuju beberapa kendaraan yang telah disiapkan di halaman Gedung Satreskrim.
Setelah semua pejabat tersebut memasuki mobil, kendaraan berjenis minibus itu segera meninggalkan Polresta Banyumas dan menuju Stasiun Purwokerto.
Sesampainya di Stasiun Purwokerto, rombongan tersebut langsung menuju Ruang Tunggu VIP untuk menunggu keberangkatan Kereta Api Purwojaya yang menuju Jakarta Gambir pada pukul 21.37 WIB.
Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa selain Sekretaris Daerah Cilacap, beberapa pejabat lainnya yang turut berangkat ke Jakarta bersama Bupati Syamsul meliputi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air.
Sebelum Bupati Syamsul dan sejumlah pejabat tersebut meninggalkan Polresta Banyumas, Sekretaris DPRD Kabupaten Cilacap, Basuki Priyo Nugroho, terlihat mendatangi Gedung Satreskrim sekitar pukul 19.00 WIB.
Basuki kemudian keluar dari Gedung Satreskrim sekitar pukul 20.45 WIB. Saat ditemui oleh wartawan, ia enggan memberikan keterangan terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK terhadap sejumlah pejabat Pemkab Cilacap.
Ia menyatakan bahwa setelah melakukan kunjungan dinas luar kota, ia hanya berada di lantai 1 Gedung Satreskrim dan tidak bertemu dengan Syamsul maupun penyidik KPK. “Tidak bertemu, saya di luar, di lantai 1,” ujarnya.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, beserta 26 orang lainnya terkait dugaan penerimaan suap dalam proyek-proyek di Kabupaten Cilacap.
“Diduga terdapat penerimaan yang diterima oleh pihak bupati terkait proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada tanggal 13 Maret 2026.
➡️ Baca Juga: Budaya Canoe Indonesia Jadi Aura Farming Global di Pertanian
➡️ Baca Juga: 5 Aktivitas Seru untuk Menghabiskan Waktu Bersama Keluarga
