Iran berencana untuk membatasi jumlah kapal yang diizinkan melintas di Selat Hormuz hingga maksimal 12 unit setiap harinya. Kebijakan ini berpotensi menimbulkan biaya yang signifikan, diperkirakan mencapai US$2 juta atau sekitar Rp 34,2 miliar untuk setiap kapal tanker besar yang melintasi jalur tersebut.
Langkah ini segera memicu reaksi dari pemilik kapal dari berbagai negara, yang mulai melakukan negosiasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk mendapatkan izin melintas di Selat Hormuz.
Dikabarkan bahwa kapal-kapal yang diizinkan untuk melintasi selat tersebut harus mengikuti jalur yang telah ditentukan secara khusus dan mendapatkan izin resmi yang diperlukan sebelum melakukan perjalanan.
Pada malam Rabu, 8 April 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai dengan Iran mengenai gencatan senjata yang akan berlangsung selama dua minggu.
Setelah pengumuman tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menginformasikan bahwa Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) global, akan dibuka kembali.
Namun, kabar terbaru mengindikasikan bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat, J.D. Vance, menyatakan bahwa kegagalan dalam mencapai kesepakatan antara AS dan Iran lebih berdampak negatif kepada Teheran dibandingkan kepada Washington.
Vance mengungkapkan, “Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Saya percaya ini adalah berita yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” ujarnya kepada wartawan setelah pertemuan.
Sebagai Ketua Delegasi AS dalam negosiasi dengan Iran di Islamabad, Pakistan, Vance juga mengklaim bahwa pihaknya telah menunjukkan tingkat fleksibilitas yang cukup dalam proses pembicaraan dengan Iran.
Dia menekankan bahwa Washington telah secara jelas menyampaikan batasan serta ruang untuk kompromi dalam diskusi tersebut.
➡️ Baca Juga: Meningkatkan Keamanan Mitra: Tindakan MEKAR Hadapi Maraknya Serangan Siber
➡️ Baca Juga: Pelatih Ajax Soroti Kelemahan Maarten Paes Meski Catat Clean Sheet dalam Pertandingan
