Israel Klaim Jatuhkan 1.200 Bom dalam Sehari, Menlu Iran Sebut Anak-anak Tak Berdosa Jadi Korban

Angkatan bersenjata Israel mengklaim telah meluncurkan lebih dari 1.200 bom ke wilayah Iran dalam rentang waktu 24 jam terakhir, dalam operasi yang dilakukan bersama dengan Amerika Serikat.

Menurut laporan yang disampaikan oleh Al Jazeera pada Minggu, 1 Maret 2026, salah satu lokasi yang menjadi target serangan adalah sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, yang terletak di Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Dalam insiden tersebut, setidaknya 148 orang dilaporkan tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan lewat akun media sosialnya bahwa serangan ini terjadi pada siang hari ketika sekolah dipenuhi oleh anak-anak. Ia menegaskan bahwa banyak anak tak bersalah kehilangan nyawa dalam serangan ini. Araghchi juga menyatakan bahwa tindakan kejam ini terhadap rakyat Iran tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Pasukan elite Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa mereka akan segera memulai operasi balasan yang paling agresif dalam sejarah Republik Islam Iran. Peringatan ini ditujukan kepada Israel dan Amerika Serikat sebagai tanggapan atas serangan tersebut.

Lembaga-lembaga pemerintah Iran cepat mengambil sikap setelah terkonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026.

Dalam sebuah pernyataan, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa mereka akan meluncurkan “operasi serangan paling berat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran” dengan tujuan menyerang wilayah yang dikuasai oleh musuh dan basis para teroris Amerika.

Pemerintah Iran menekankan bahwa tindakan kejam ini tidak akan dibiarkan tanpa jawaban, dan akan menandai awal baru dalam sejarah dunia Islam. Mereka berjanji untuk melawan setiap bentuk agresi yang dilakukan terhadap rakyat mereka.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) menyatakan bahwa serangan gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran akan memicu kebangkitan besar dalam melawan penindasan yang dilakukan oleh kekuatan dunia.

SNSC, sebagai lembaga yang mengatur strategi pertahanan dan keamanan nasional Iran, menegaskan bahwa negara tersebut dan sekutunya akan semakin kuat dan bertekad untuk melawan segala bentuk ancaman yang ada.

➡️ Baca Juga: Pemuda Asal Aceh Menang Lomba Robotik di Jepang

➡️ Baca Juga: Mengapa Anda Harus Memiliki Rencana Pensiun Sejak Dini

Exit mobile version