Israel Serang Kembali Situs Nuklir Iran, Teheran Bersiap Balas dengan Tindakan Lebih Keras

Israel telah melancarkan serangan terhadap sebuah fasilitas pengolahan uranium yang berlokasi di Yazd, Iran bagian tengah. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak militer Israel pada Jumat, 27 Maret, waktu setempat. Serangan ini merupakan langkah signifikan dalam eskalasi konflik yang terjadi, di tengah upaya diplomatik di kawasan untuk mencapai kesepakatan guna menghentikan serangan gabungan antara AS dan Israel terhadap Iran.

Angkatan Udara Israel mengklaim bahwa mereka telah menghancurkan pabrik yang berfungsi untuk mengekstraksi bahan mentah yang vital dalam proses pengayaan uranium. Fasilitas ini dianggap sebagai bagian unik dari infrastruktur nuklir Iran. Sementara itu, Organisasi Energi Atom Iran mengakui terjadinya serangan tersebut, tetapi menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun kebocoran radiasi yang dilaporkan.

Laporan juga menyebutkan bahwa sebuah proyektil jatuh di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr. Menurut Organisasi Energi Atom Iran, serangan tersebut tidak menyebabkan korban, kerugian finansial, atau kerusakan teknis yang signifikan, sebagaimana yang dilaporkan oleh beberapa sumber media.

Serangan yang terjadi pada hari Jumat menandai hari ke-28 konflik yang sedang berlangsung, dan merupakan bagian dari rangkaian serangan yang lebih luas yang menyasar berbagai lokasi di seluruh Iran.

Kompleks Air Berat Khondab di Iran tengah juga menjadi target serangan, bersamaan dengan dua pabrik baja besar, yaitu fasilitas Baja Khuzestan dan kompleks Baja Mobarakeh yang berada di Isfahan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa negara tersebut akan memastikan Israel menanggung konsekuensi berat atas serangan yang menyasar infrastruktur penting mereka.

“Israel telah menyerang dua pabrik baja terbesar di Iran, sebuah pembangkit listrik, serta fasilitas nuklir sipil dan infrastruktur lainnya,” ungkap Araghchi melalui media sosial.

Serangan tersebut juga dilaporkan mengenai wilayah di dalam dan sekitar Teheran, termasuk kota Kashan dan Ahwaz, dengan setidaknya 18 orang dilaporkan tewas di Qom.

Sejak dimulainya perang pada 28 Februari, lebih dari 1.900 orang dilaporkan kehilangan nyawa akibat serangan gabungan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran.

Pejabat Iran menginformasikan bahwa serangan tersebut juga telah merusak sedikitnya 120 museum dan situs bersejarah di seluruh negeri sejak konflik ini berlangsung.

Negar Mortazavi, seorang peneliti senior non-residen di Center for International Policy, menyatakan kepada media bahwa masyarakat Iran, yang sebelumnya mungkin skeptis terhadap pemerintah, kini semakin melihat perang ini sebagai serangan terhadap rakyat Iran, bukan sekadar pemerintah. Dia menilai bahwa penargetan terhadap fasilitas air, listrik, gas, warisan budaya, sekolah, dan rumah sakit adalah tindakan yang tidak dapat diterima.

➡️ Baca Juga: Bisnis Rumahan yang Bisa Dijalankan Tanpa Mengganggu Pekerjaan Penuh Waktu

➡️ Baca Juga: Cara Menghadapi Perubahan dalam Hidup dengan Positif

Exit mobile version