Kenaikan Harga Plastik Hingga 50 Persen Akibat Konflik AS-Iran, Pedagang Pasar Tertekan

Kenaikan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir mulai memberikan dampak signifikan terhadap pedagang di pasar tradisional. Lonjakan harga yang mencapai 50 persen ini tidak hanya membebani pelaku usaha kecil, tetapi juga mulai dirasakan oleh konsumen sehari-hari.
Di Pasar Klender, Jakarta Timur, para pedagang kini harus beradaptasi dengan harga baru yang terus meningkat, bahkan dalam waktu yang sangat singkat. Salah satu pedagang plastik di lokasi tersebut, Meri, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi dengan cukup drastis dalam rentang waktu yang singkat.
“Naiknya sekitar 50 sampai 60 persen. Sebelumnya plastik dijual dengan harga Rp10.000, sekarang sudah melonjak menjadi Rp15.000,” ungkap Meri dalam wawancara baru-baru ini.
Ia juga menambahkan bahwa kenaikan harga terjadi pada beragam jenis plastik lainnya.
“Misalnya, plastik yang tadinya hanya Rp6.000, kini menjadi Rp9.000. Sementara itu, plastik polo yang sebelumnya seharga Rp12.000, sekarang mencapai Rp19.000,” lanjutnya.
Meri menjelaskan bahwa kenaikan harga tidak terjadi sekaligus, melainkan bertahap. Namun, dalam situasi tertentu, harga bisa berubah lebih dari sekali dalam sehari.
“Naiknya secara bertahap, tetapi kadang dalam satu hari bisa mengalami kenaikan hingga dua kali,” jelas Meri.
Dari segi pasokan, para pedagang menyatakan bahwa stok masih dalam kondisi yang relatif baik. Namun, tantangan utama terletak pada harga yang terus meroket akibat faktor-faktor global. Meri menyebutkan bahwa distributor menjelaskan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh gangguan pada jalur distribusi bahan baku dari luar negeri.
“Menurut distributor, bahan baku plastik banyak yang diimpor. Dengan penutupan Selat Hormuz, pengiriman menjadi lebih lama. Jika biasanya pengiriman memakan waktu sebulan, kini bisa lebih dari itu, sehingga biaya operasional menjadi lebih tinggi. Selain itu, bahan baku juga semakin langka,” paparnya.
Meskipun harga plastik terus meningkat, tingginya permintaan membuat pembeli tetap melakukan transaksi meski harus membayar lebih. Meri menyatakan bahwa beberapa pembeli memang mengeluhkan kenaikan harga, tetapi pada akhirnya mereka tetap membeli karena plastik merupakan kebutuhan pokok dalam aktivitas jual beli sehari-hari.
Di tengah situasi lonjakan harga ini, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai upaya stabilisasi sedang dilakukan, mulai dari diversifikasi sumber bahan baku hingga mendorong penggunaan plastik daur ulang untuk menjaga pasokan nasional.
➡️ Baca Juga: Laptop Terbaik Harga 3 Jutaan untuk Mendukung Kinerja Admin Toko Online
➡️ Baca Juga: Lesti Kejora Buka Suara Usai Dipolisikan oleh Pencipta Lagu




