Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menyita uang tunai yang mencapai ratusan juta rupiah dalam penggeledahan di kediaman Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, yang berlangsung pada Rabu, 1 April 2026, di Kota Bandung, Jawa Barat.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan kepada wartawan di Jakarta pada hari Kamis bahwa dalam proses penggeledahan tersebut, penyidik juga mengamankan sejumlah dokumen penting, barang bukti elektronik, dan uang tunai yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
Budi menambahkan bahwa uang dan barang sitaan lainnya ditemukan di dalam ruangan yang digunakan oleh Ono Surono, menandakan keterlibatan yang cukup signifikan dalam kasus ini.
Sebelumnya, pada 18 Desember 2025, KPK melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) yang berujung pada penangkapan sepuluh individu di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebuah langkah yang menunjukkan intensitas penegakan hukum oleh lembaga tersebut.
Setelah penangkapan, pada 19 Desember 2025, KPK mengonfirmasi bahwa delapan dari sepuluh orang yang ditangkap tersebut dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Di antara mereka terdapat Ade Kunang dan ayahnya, HM Kunang.
Pada hari yang sama, KPK mengumumkan bahwa mereka berhasil menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan kasus suap yang melibatkan proyek di Kabupaten Bekasi. Hal ini menunjukkan adanya dugaan praktik korupsi yang merugikan publik.
Selanjutnya, pada 20 Desember 2025, KPK resmi mengumumkan penetapan tersangka terhadap Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, serta ayahnya HM Kunang, yang menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, dan seorang pihak swasta bernama Sarjan, dalam kasus dugaan suap tersebut.
Dalam keterangan resmi, KPK menyebut bahwa Ade Kuswara dan HM Kunang diduga sebagai penerima suap, sementara Sarjan ditetapkan sebagai pemberi suap dalam skandal yang tengah diselidiki.
Di sisi lain, pada 15 Januari 2026, Ono Surono dipanggil dan diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Setelah menjalani pemeriksaan, ia mengungkapkan bahwa pertanyaan yang diajukan seputar aliran uang yang terkait dengan kasus tersebut, menunjukkan keterlibatannya dalam jaringan yang lebih luas.
➡️ Baca Juga: Mengapa Belanja di Outlet Mal Menjadi Pilihan Utama Banyak Orang Saat Ini?
➡️ Baca Juga: Mengapa Olahraga Penting untuk Kesehatan Fisik dan Mental
