KPK Menyita Uang Ratusan Juta dari Kamar Pribadi Ono Surono

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini mengungkapkan hasil penggeledahan di kediaman Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, yang berlangsung pada 1 April 2026. Dalam operasi tersebut, KPK berhasil menemukan uang ratusan juta rupiah yang disita dari lokasi yang tidak terduga.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa uang tunai yang disita tersebut ditemukan di ruang pribadi Ono Surono. Penemuan ini menambah sorotan terhadap tindakan penyidik dalam upaya memberantas korupsi di Indonesia.
“Uang tunai yang kami amankan dalam penggeledahan di rumah saudara ONS, kami temukan di ruang pribadi beliau,” jelas Budi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan pada Rabu, 8 April 2026.
Budi menambahkan bahwa penyidik saat ini sedang menyelidiki asal-usul uang ratusan juta tersebut. Salah satu dugaan yang muncul adalah kemungkinan uang itu merupakan tabungan dari arisan yang dikelola oleh istri Ono Surono.
“Tentu saja kami akan mendalami informasi dan keterangan terkait hal itu. Yang pasti, uang tersebut diamankan dari kamar pribadi saudara ONS,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah media melaporkan bahwa KPK menyita uang tunai mencapai ratusan juta rupiah selama penggeledahan di kediaman Ono Surono di Bandung pada Rabu, 1 April 2026.
“Dalam penggeledahan ini, penyidik berhasil menyita berbagai dokumen, barang bukti elektronik, serta uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” ungkap Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, pada hari berikutnya.
Lebih jauh, Budi menginformasikan bahwa uang tunai dan barang bukti lain yang disita KPK ditemukan di ruangan kerja Ono Surono. Temuan ini menunjukkan keseriusan KPK dalam menindaklanjuti kasus dugaan korupsi yang mungkin melibatkan pejabat publik.
Dengan penemuan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih percaya bahwa KPK berkomitmen untuk menegakkan hukum demi memberantas praktik korupsi. Penanganan kasus ini akan terus berjalan, dengan harapan semua pihak bisa mendapatkan kejelasan terkait sumber dan tujuan penggunaan uang tersebut.
KPK menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan investigasi untuk mengungkap lebih jauh mengenai hubungan antara uang ratusan juta yang ditemukan dan kegiatan yang dilakukan oleh Ono Surono. Ini menjadi bagian dari langkah KPK untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas di kalangan pejabat publik.
Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan berita mengenai kasus ini. Pengawasan publik yang ketat diharapkan dapat turut mendukung KPK dalam menjalankan tugasnya secara efektif.
Melalui berbagai langkah yang diambil, KPK menunjukkan bahwa mereka tidak akan mundur dalam menghadapi tantangan yang ada. Penegakan hukum yang adil dan merata adalah kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah.
Kasus ini juga mengingatkan kita semua akan pentingnya integritas dalam posisi publik. Pejabat yang dipercaya oleh rakyat harus senantiasa menjaga etika dan transparansi dalam setiap tindakan yang diambil.
Oleh karena itu, pengawasan dan partisipasi masyarakat dalam setiap proses pemerintahan sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan. KPK harus diakui sebagai salah satu garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Dengan demikian, perkembangan kasus ini akan terus menjadi perhatian publik, dan diharapkan dapat memberikan pelajaran berharga bagi semua pihak mengenai pentingnya integritas dan tanggung jawab sosial.
➡️ Baca Juga: Panduan Membuat Banner Promosi Menggunakan Aplikasi Desain Grafis Gratis yang Menarik Perhatian
➡️ Baca Juga: Panduan Lengkap Beasiswa Mahasiswa Jurnalistik di Indonesia




