Lucinta Luna Menjelaskan Alasan Percaya Diri Tampil Sebagai Pria di Luar Negeri

Jakarta – Keputusan Lucinta Luna untuk menampilkan sisi maskulinnya kembali belakangan ini telah menarik perhatian publik. Yang mengejutkan, ia mengaku hanya merasa nyaman untuk menunjukkan perubahan ini saat berada di luar negeri, bukan di tanah airnya, Indonesia.
Lucinta berbagi cerita mengenai pengalamannya, termasuk saat merayakan Idul Fitri di luar negeri. Ia mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, dirinya tidak menjalankan ibadah dengan penampilan yang sesuai dengan identitas awalnya, terutama saat melaksanakan salat hari raya.
“Aku sudah sepuluh tahun tidak pernah menjalani salat seperti Idul Adha atau Idul Fitri. Bahkan ketika aku berziarah, aku selalu mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan kodratku. Lalu, bagaimana caranya agar aku bisa hidup tenang dan damai tanpa dihujat? Itulah alasan aku memberanikan diri untuk tampil berbeda, meski hanya di luar negeri,” ujar Lucinta Luna saat berbincang dengan Ivan Gunawan dalam sebuah podcast.
Transformasi ini mulai terlihat saat momen Lebaran, ketika Lucinta mengenakan busana muslim pria, seperti peci dan sarung. Penampilannya menarik perhatian banyak orang, karena sangat berbeda dari citra feminin yang selama ini melekat padanya di industri hiburan.
Perubahan penampilan tidak hanya sebatas busana. Lucinta juga mulai bereksperimen dengan gaya rambutnya, memilih potongan pendek ala pria Korea sebagai bagian dari perjalanan menuju tampilan yang lebih maskulin. Namun, tidak semua orang menyambut baik perubahan ini; berbagai komentar negatif pun bermunculan di media sosial.
Alih-alih mendapatkan dukungan, Lucinta justru menghadapi skeptisisme dari warganet yang meragukan keseriusannya. Banyak yang beranggapan bahwa perubahan tersebut hanyalah sebuah sensasi sementara. Menanggapi kritik tersebut, Lucinta menekankan bahwa transformasi semacam ini tidak bisa dilakukan secara instan.
“Kalau mau hasil instan, silakan naik gojek dalam satu jam saja. Proses ini butuh waktu. Aku perlahan-lahan beradaptasi dengan penampilan baru ini, meskipun menggunakan wig human hair. Di awal, saat aku memotong rambut dengan gaya pria Korea, aku juga dihujat,” tulis Lucinta dalam Instagram Story-nya.
Dia percaya bahwa perubahan identitas dan penampilan merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu serta kesiapan mental. Menurutnya, tekanan dari publik justru bisa membuat perjalanan ini terasa lebih berat dari yang seharusnya.
Lucinta Luna sedang menjalani fase penting dalam hidupnya, di mana ia ingin menemukan ketenangan dan kedamaian batin. Dengan langkah berani untuk tampil sebagai pria di luar negeri, ia berharap bisa menginspirasi orang lain yang mungkin menghadapi dilema serupa.
Di tengah banyaknya komentar dan kritik yang diterima, Lucinta tetap teguh pada pendiriannya. Ia meyakini bahwa setiap orang berhak untuk mengekspresikan diri dan menemukan jati diri mereka tanpa rasa takut akan penilaian orang lain.
Perubahan yang dialami Lucinta bukanlah sekadar tentang penampilan fisik, melainkan juga tentang perjalanan emosional yang mendalam. Dia berusaha untuk tidak hanya tampil sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, tetapi juga untuk merasakan kedamaian dari dalam dirinya sendiri.
Sementara itu, tren gender dan identitas semakin berkembang di masyarakat, dan Lucinta menjadi salah satu contoh nyata dari perubahan tersebut. Ia menunjukkan keberanian untuk mengambil langkah yang mungkin dianggap tabu oleh sebagian orang, terutama di lingkungannya yang lebih konservatif.
Lucinta berharap, dengan tampil sebagai pria di luar negeri, dia dapat membuka diskusi mengenai penerimaan diri dan keberagaman. Dia ingin agar orang-orang tidak takut untuk menjadi diri mereka sendiri, meskipun itu berarti harus melawan norma-norma yang ada.
Perjalanan Lucinta dalam mengeksplorasi identitasnya memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya keberanian dan kejujuran terhadap diri sendiri. Meskipun tantangan menghadang, dia bertekad untuk terus melangkah maju demi mencapai kedamaian batin dan keaslian dirinya.
Dengan semangat yang tinggi, Lucinta Luna berkomitmen untuk terus menjalani proses ini seiring waktu, dan berharap agar orang-orang di sekelilingnya dapat memahami dan menghargai perjalanan yang dilaluinya. Dia percaya bahwa dengan waktu, semua orang akan bisa menerima perubahannya dan melihat niat baik di balik setiap langkah yang diambil.
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Mengatasi Kelelahan Setelah Latihan Intensitas Tinggi di Gym
➡️ Baca Juga: Mic Dynamic USB + RTX Voice AI, Noise Gate 99% di Kafe & Coworking Space




