Medela Potentia Raih Laba Rp 398 Miliar di 2025, Perluas 8 Lini Bisnis Secara Agresif

Jakarta – PT Medela Potentia Tbk (MDLA), sebuah perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan, berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 398,1 miliar pada tahun 2025, meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di awal tahun buku yang baru, perusahaan ini berencana untuk memperluas diversifikasi bisnis dengan menambah delapan lini bisnis baru secara agresif.
Sejalan dengan pertumbuhan laba yang mengesankan, MDLA juga melaporkan pendapatan total mencapai Rp 14,89 triliun. Pencapaian ini menjadi cerminan dari stabilitas fundamental perusahaan serta strategi ekspansi yang telah diterapkan.
“Pertumbuhan laba bersih yang mencapai dua digit merupakan indikator positif untuk kinerja perusahaan selama tahun 2025. Ke depan, perusahaan akan tetap fokus pada upaya menjaga stabilitas pertumbuhan melalui peningkatan infrastruktur logistik dan optimalisasi portofolio bisnis,” ungkap Krestijanto Pandji, Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, dalam pernyataan resmi, Selasa, 31 Maret 2026.
Pandji menambahkan bahwa perusahaan berencana untuk memperluas portofolio dengan menambahkan delapan prinsipal baru. Ekspansi ini mencakup dua prinsipal di sektor obat resep, dua di sektor kesehatan konsumen, dan empat di sektor alat kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya solusi distribusi dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar.
Dalam rangka memperluas jangkauan di luar Pulau Jawa, perusahaan sedang membangun gudang dan kantor cabang baru di Medan, yang diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2026.
Dari segi infrastruktur, perusahaan juga memperkuat kemampuan distribusinya. Pada Mei 2025, MDLA berhasil mengakuisisi National Distribution Center (NDC) 1 seluas 10.000 meter persegi yang terletak di Kawasan Industri Jababeka II, Cikarang, Jawa Barat, dengan kapasitas mencapai 13.525 pallet. Fasilitas tersebut sebelumnya sudah digunakan selama lebih dari sepuluh tahun melalui skema sewa.
MDLA juga telah mengakuisisi lahan seluas 2,7 hektare di Kawasan Industri Jababeka I untuk pengembangan NDC 2 milik PT Anugrah Argon Medica. Ekspansi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas gudang dan mempercepat proses distribusi ke pelanggan.
Di sisi bisnis alat kesehatan, anak perusahaan PT Deca Metric Medica mulai memasuki pasar internasional dengan mengekspor produk ke Kamboja dan Timor Leste sejak Agustus 2025. Sementara itu, PT Djembatan Dua terus memperkuat portofolio produknya dengan meluncurkan tiga SKU baru yang turut berkontribusi pada pertumbuhan penjualan hingga 50 persen.
Dalam hal digitalisasi, platform GoApotik juga menunjukkan kinerja yang positif. Pendapatan platform ini tumbuh sebesar 32 persen, disertai dengan peningkatan transaksi pelanggan sebesar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga aktif berkolaborasi dengan regulator untuk meningkatkan edukasi mengenai Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Cara Mudah Transfer File Android ke Laptop & Sebaliknya Lewat WiFi, Tanpa Kabel & Tanpa Aplikasi Tambahan
➡️ Baca Juga: Menyusun Daftar Bacaan: Buku-Buku yang Harus Dibaca di Tahun Ini




