Dugaan adanya praktik penipuan yang melibatkan seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL) kini tengah menjadi sorotan di Surabaya. Seorang ibu rumah tangga bernama Linda Nurhayati, berusia 34 tahun, mengaku mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah dan meminta perhatian dari pimpinan satuan tempat oknum tersebut bertugas.
Linda, yang tinggal di Jalan Amir Mahmud, Gunung Anyar, Surabaya, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi korban penipuan dengan total kerugian sebesar Rp134 juta. Penipuan tersebut diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri, Serma FS, seorang anggota TNI AL berpangkat Sersan Mayor yang bertugas di Lembaga Kesehatan Kelautan (Lakesla) di Surabaya.
Peristiwa ini bermula pada bulan Februari 2024. Pada saat itu, istri Serma FS, yang dikenal dengan nama EN, mendatangi Linda untuk meminta bantuan dalam mencari pinjaman sebesar Rp200 juta dengan jaminan BPKB dari mobil Mitsubishi Xpander.
Linda kemudian menghubungi temannya, MM, yang bersedia memberikan pinjaman tersebut. Kesepakatan pun dibuat dengan memformulasikan perjanjian tertulis antara Serma FS dan WA, anak dari MM.
Namun, masalah mulai muncul pada bulan Juni 2025, ketika Serma FS kembali menghubungi Linda. Ia meminta untuk meminjam BPKB mobil yang sebelumnya telah dijadikan jaminan, dengan alasan untuk mengurus pajak kendaraan dan pelat nomor yang telah mati.
“BPKB mobil Mitsubishi Xpander itu akhirnya saya serahkan melalui ibu saya kepada EN, istri Serma FS, di rumahnya,” ungkap Linda pada hari Rabu, 1 April 2026.
Sayangnya, setelah penyerahan, BPKB tersebut tidak pernah kembali ke tangan Linda. Ia hanya mendapatkan informasi bahwa dokumen kendaraan dan mobilnya telah dibawa kabur oleh pihak ketiga. Situasi ini membuat Linda terdesak, karena pemberi pinjaman mulai menagih pelunasan.
“Pada akhirnya, saya terpaksa membayar sisa utang Serma FS kepada MM sebesar Rp200 juta. Saat itu, Serma FS juga tidak memberikan Surat Laporan Polisi sebagai bukti bahwa BPKB dan mobilnya hilang,” tambahnya.
Linda mengaku telah berusaha menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Ia telah beberapa kali meminta pertanggungjawaban kepada Serma FS dan istrinya, baik untuk melunasi utang maupun memberikan jaminan pengganti. Namun, hingga saat ini, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Pada bulan Maret 2026, Linda bahkan meminta bantuan dari Ketua RT setempat untuk memediasi persoalan tersebut. Sayangnya, upaya mediasi ini juga tidak berhasil menyelesaikan masalah yang ada.
➡️ Baca Juga: Dampak Suporter terhadap Mentalitas Pemain di Stadion Kandang yang Perlu Diketahui
➡️ Baca Juga: Strategi Klub Sepak Bola dalam Mengembangkan Pemain Muda Melalui Akademi Profesional Modern
