Mojtaba Khamenei Mengecam Pembunuhan Kepala Intelijen IRGC dan Sebut AS-Israel sebagai Teroris

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas wafatnya seorang jenderal senior dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dalam pernyataannya, Khamenei menegaskan bahwa tindakan “pembunuhan” dan “kejahatan” yang ditujukan kepada para pemimpin Iran tidak akan menyurutkan langkah maju negara tersebut.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Khamenei memberikan penghormatan kepada Majid Khademi, yang menjabat sebagai Kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC, atas komitmennya selama bertahun-tahun dalam berbagai upaya yang berkaitan dengan keamanan, intelijen, dan pertahanan Iran.
Khamenei juga menuduh Israel dan Amerika Serikat (AS) beralih ke tindakan “terorisme dan pembunuhan” sebagai respons terhadap apa yang ia sebut sebagai “kekalahan beruntun” yang dialami kedua negara tersebut. Khademi, yang tewas dalam serangan udara yang diklaim dilakukan oleh Israel pada 6 April 2026, adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam struktur intelijen Iran.
Pemimpin Iran tersebut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan rekan-rekan Khademi, serta kepada para komandan lain yang berada dalam jajaran Organisasi Intelijen IRGC. Beliau menegaskan pentingnya solidaritas di antara mereka yang berjuang untuk keamanan negara.
Khademi baru saja dilantik sebagai kepala organisasi intelijen pada bulan Juni 2025, setelah terjadinya konflik berdarah selama 12 hari antara Iran dan Israel, yang mengakibatkan tewasnya Mohammad Kazemi, kepala organisasi intelijen sebelumnya.
Sebelum mengemban tugas sebagai kepala organisasi intelijen, Khademi telah menjabat sebagai kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC, di mana ia dikenal karena dedikasinya yang tinggi dalam menjaga keamanan nasional.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan yang menghantam Teheran dan beberapa kota lain di Iran. Serangan tersebut berujung pada kematian pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil yang tidak bersalah.
Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel, serta pangkalan dan aset-aset AS yang berada di kawasan Timur Tengah, menunjukkan bahwa situasi semakin memanas dan ketegangan terus meningkat di wilayah tersebut.
➡️ Baca Juga: Karakter Umma di Nussa Rara: Penjelasan Aditya Triantoro dan Aspek Inspiratifnya
➡️ Baca Juga: Mendapatkan Lailatul Qadar Saat Mudik: Penjelasan Lengkap dari Buya Yahya




