Negosiasi Iran-AS Berisiko Gagal, Teheran Ajukan Dua Syarat Penting Ini

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengungkapkan bahwa dua syarat utama harus dipenuhi sebelum negosiasi dengan Amerika Serikat dapat dimulai di Islamabad, Pakistan. Syarat tersebut adalah gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset Iran yang saat ini diblokir.

Pernyataan Qalibaf tersebut disampaikan melalui unggahan di akun X-nya pada hari Jumat, menjelang rencana pertemuan antara Teheran dan Washington yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu di Islamabad.

Pertemuan ini bertujuan untuk meredakan konflik yang muncul akibat serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir bulan lalu.

Negosiasi ini berlangsung setelah kedua negara sepakat untuk melaksanakan gencatan senjata sementara selama dua minggu, yang difasilitasi oleh Pakistan. Kesepakatan ini terwujud setelah Washington menerima proposal sepuluh poin dari Teheran.

Qalibaf menyatakan bahwa meskipun ada dua poin yang telah disetujui oleh kedua belah pihak, implementasinya masih tertunda hingga saat ini.

Ia menegaskan bahwa untuk memulai negosiasi, gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset Iran yang diblokir harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Dua hal ini harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum perundingan dimulai,” tegas Qalibaf sebagaimana dilaporkan oleh Press TV pada 11 April 2026.

Sebelumnya pada hari Jumat, seorang sumber keamanan tingkat tinggi mengungkapkan kepada Press TV bahwa tekanan dari Iran, termasuk ancaman untuk mundur dari perundingan di Islamabad, mendorong Israel untuk menghentikan serangan militernya ke Beirut, ibukota Lebanon.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa setelah serangan besar dari Israel ke Lebanon pada hari Rabu, Iran menjadikan penghentian serangan itu sebagai salah satu syarat utama untuk berpartisipasi dalam pembicaraan mengenai gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat.

“Persatuan front perlawanan adalah hal yang tidak bisa ditawar bagi Iran,” ujar sumber itu.

Ia juga menambahkan bahwa keberangkatan delegasi Iran ke Islamabad mengalami beberapa kali penundaan, terutama disebabkan oleh serangan Israel yang terus berlangsung di Lebanon.

Pernyataan ini muncul setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai wilayah di Lebanon, yang mengakibatkan sedikitnya 303 orang tewas dan lebih dari 1.150 lainnya terluka. Israel menyatakan bahwa serangan yang berlangsung bersamaan dengan operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran sejak akhir Februari tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan oleh Pakistan.

➡️ Baca Juga: Xbox Quick Resume Bisa Simpan 5 Game Tapi Kok Kadang Hilang Sendiri

➡️ Baca Juga: Strategi Agrinas Jaladri Membangun Ekosistem Perikanan Nasional Dari Hulu ke Hilir

Exit mobile version