Jakarta – Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, akhirnya memberikan tanggapan resmi setelah timnya menjadi bahan ledekan di media sosial dengan sebutan “Anak Papa” dan “APBD FC”.
Prapanca mengaku merasa cukup terganggu dengan julukan yang disematkan kepada timnya. Namun, ia juga menyadari bahwa komentar di platform sosial sering kali bersifat tanpa batas.
“Agak risih juga mendengar sebutan tersebut. Saya tidak tahu apakah itu provokator atau hanya pendapat orang. Mungkin karena di media sosial, orang merasa bebas untuk berkomentar apa pun,” ungkap Prapanca di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.
Julukan “Anak Papa” dianggap sebagai sindiran yang menyatakan bahwa Persija seolah-olah mendapatkan “jalur mulus” menuju gelar juara berkat dukungan eksternal. Sementara itu, sebutan “APBD FC” muncul karena klub ibu kota tersebut menerima banyak sponsor dari perusahaan BUMD yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta.
Menanggapi tudingan tersebut, Prapanca menekankan bahwa kerja sama yang terjalin bukanlah sesuatu yang diberikan secara cuma-cuma.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini dimulai setelah Gubernur Jakarta ingin memperkuat hubungan antara kota dan klub kebanggaan masyarakatnya.
“Ini adalah kolaborasi dengan Pak Gubernur. Ketika beliau dilantik, beliau ingin menjadikan Jakarta lebih identik dengan Persija. Setelah itu, saya dipanggil untuk mendiskusikan hal-hal yang dapat dikerjakan bersama,” jelasnya.
Menurut Prapanca, beberapa perusahaan BUMD kemudian dipilih untuk menjalin kerja sama dengan Persija. Namun, manajemen klub tetap dituntut untuk bekerja secara profesional dalam menjalankan berbagai program kolaborasi tersebut.
“Tidak ada yang diberikan secara cuma-cuma. Manajemen tetap harus menciptakan konten atau menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan tersebut, dan semua kegiatan diawasi,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, menilai ejekan seperti itu sebenarnya bukanlah hal baru bagi tim Macan Kemayoran.
Legenda Persija yang lebih akrab dipanggil Bepe itu mengaku sudah mendengar sebutan “Anak Papa” sejak masih aktif bermain di era 2000-an.
“Sebutan itu sudah dikenal sejak lama. Kita tidak bisa mengatur apa yang orang lain katakan. Sebagai pemain, fokus saya hanya untuk tampil maksimal di lapangan,” ujar Bepe.
Ia juga meminta agar tim tidak terlalu memikirkan komentar dari warganet dan tetap berfokus pada target untuk meraih juara musim ini.
Menurut Bepe, performa para pemain sejauh ini sudah cukup memuaskan, dengan penampilan agresif baik saat bermain di kandang maupun tandang. Namun, ia mengakui bahwa Persija masih perlu meningkatkan konsistensi setelah kehilangan poin di beberapa pertandingan krusial.
➡️ Baca Juga: Bukayo Saka Nyatakan Arsenal Fokus pada Kemenangan, Bukan Kritikan Usai Mengalahkan Brighton
➡️ Baca Juga: Program Bank Sampah Digital Tarik Minat Warga Muda
