Polisi Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan dan Hindari Overload Barang Bawaan

Jakarta – Kombes Pol Komarudin, yang menjabat sebagai Dirlantas Polda Metro Jaya, menyoroti masalah serius terkait pemudik yang membawa barang melebihi kapasitas kendaraan, baik itu motor maupun mobil. Fenomena overload ini sangat perlu diperhatikan mengingat potensi risiko yang dapat ditimbulkannya.
Pihak kepolisian telah menempatkan isu ini sebagai salah satu fokus utama dalam operasi lalu lintas yang akan dilaksanakan selama periode mudik. Keselamatan pemudik menjadi prioritas, dan pengawasan terhadap penggunaan kendaraan menjadi langkah penting dalam memastikan perjalanan yang aman.
“Hal ini tentu akan menjadi salah satu sasaran utama kami dalam pengawasan,” ujar Komarudin saat memberikan keterangan kepada wartawan pada hari Sabtu, 14 Maret 2026.
Lebih jauh, Komarudin menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan untuk memanfaatkan berbagai program mudik gratis yang disediakan oleh berbagai instansi pemerintah. Ini adalah solusi yang sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko yang terkait dengan overload barang bawaan.
“Pertama-tama, kami sangat menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan program mudik gratis yang ditawarkan oleh pemerintah daerah maupun kementerian. Ada banyak slot tersedia, mencapai ratusan ribu, yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelas Komarudin.
Namun, bagi pemudik yang tetap memilih untuk bepergian dengan kendaraan pribadi, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama. Hal ini penting tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Jika terpaksa harus mudik dengan kendaraan, penting untuk selalu memperhatikan keselamatan. Ingat, keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain di jalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seringkali pemudik yang menggunakan sepeda motor membawa barang dalam jumlah yang berlebihan. Kondisi ini tidak hanya membuat perjalanan menjadi tidak nyaman, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan yang dapat membahayakan baik pemudik itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya jika barang-barang tersebut terjatuh.
Sementara itu, Komarudin juga mencatat bahwa masalah overload tidak hanya terjadi pada sepeda motor, tetapi juga pada kendaraan roda empat.
“Bila kita amati, sering kali barang bawaan di kendaraan roda empat juga melebihi kapasitas yang ditentukan. Terkadang, barang-barang tersebut diikat di atap mobil. Ini juga menjadi perhatian kami, karena hal ini dapat mengancam keselamatan di jalan,” tambah Komarudin, mengingatkan tentang pentingnya berhati-hati, terutama di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.
Selain itu, ia juga meminta para pemudik untuk memanfaatkan pos pelayanan yang telah disediakan selama pelaksanaan mudik lebaran Idul Fitri 2026.
“Oleh karena itu, kami mengimbau agar masyarakat memanfaatkan pos-pos yang telah kami siapkan di seluruh wilayah. Dengan lebih dari seratus pos yang tersedia, masyarakat dapat beristirahat sejenak atau merapikan barang bawaan mereka,” terang Komarudin.
Dengan langkah-langkah yang tepat dan kesadaran akan keselamatan pemudik, diharapkan perjalanan mudik tahun ini dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Keberadaan program mudik gratis dan pos pelayanan diharapkan dapat membantu mengurangi potensi risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan.
➡️ Baca Juga: Sedan Porsche Generasi Baru Siap Menggantikan Panamera dan Taycan di Pasaran
➡️ Baca Juga: Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Produktivitas




