Jakarta – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengadakan diskusi melalui telepon dengan Mohammed bin Salman (MbS), Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, pada Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam percakapan tersebut, Prabowo dan MbS membahas situasi konflik yang semakin memanas di Timur Tengah, yang dipicu oleh ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel.
Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan bahwa Pangeran MbS mengulas perkembangan terbaru mengenai eskalasi militer di kawasan tersebut dan dampaknya yang berpotensi merusak keamanan serta stabilitas baik di tingkat regional maupun internasional.
Selama komunikasi tersebut, kedua pemimpin juga membahas dampak serius dari meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah dan implikasinya terhadap upaya perdamaian yang lebih luas.
Prabowo menekankan pentingnya penghentian segera semua aksi militer di kawasan tersebut, serta memperingatkan bahwa kelanjutan tindakan tersebut dapat mengancam keamanan dan stabilitas regional.
Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengungkapkan bahwa negara tersebut telah menyiapkan sejumlah syarat untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.
Beberapa syarat yang disampaikan mencakup pengakuan atas hak-hak Iran, pembayaran ganti rugi, serta jaminan internasional untuk mencegah terulangnya agresi di masa mendatang.
Pezeshkian menegaskan komitmen Iran terhadap upaya perdamaian di kawasan ini saat berbicara dengan para pemimpin Rusia dan Pakistan, menunjukkan keinginan Iran untuk mengakhiri ketegangan yang ada.
Ia menambahkan bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik ini, yang dianggapnya sebagai akibat dari tindakan rezim Zionis dan AS, adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, memberikan ganti rugi, dan menyediakan jaminan internasional yang kuat.
Sebelumnya, pada 28 Februari, serangan brutal dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan besar dan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang menjadi sorotan besar di tingkat internasional.
Sebagai respons terhadap serangan ini, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, menandakan eskalasi yang lebih lanjut dalam konflik ini.
➡️ Baca Juga: Menemukan Keseimbangan: Cara Mengatur Waktu Kerja dan Pribadi
➡️ Baca Juga: Pasal 6a: Memahami Peraturan Terbaru
