Bursa Asia Turun Signifikan Setelah Mojtaba Khamenei Serukan Penutupan Selat Hormuz

Bursa Asia-Pasifik mengalami penurunan yang signifikan pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat, 13 Maret 2026. Ketidakstabilan yang terus melanda Timur Tengah menjadi faktor utama yang menekan pasar, di tengah kekhawatiran yang meningkat akan potensi krisis ekonomi global akibat berkurangnya pasokan energi.
Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru, menegaskan kembali pentingnya penutupan Selat Hormuz, sebuah jalur perdagangan minyak yang krusial di dunia. Dalam pidatonya pada Kamis, 12 Maret 2026, Khamenei menyatakan bahwa jika konflik yang ada berlanjut, Teheran mungkin akan membuka front baru dalam peperangan.
Ancaman dari Iran semakin diperkuat oleh pernyataan Alireza Tangsiri, komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran. Dalam sebuah unggahan di media sosial, ia menyampaikan peringatan keras kepada musuh yang dianggap agresif, menandakan bahwa situasi dapat semakin memburuk.
Di sisi lain, Amerika Serikat, sebagai produsen minyak terbesar di dunia, tampaknya mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga minyak. Namun, di tengah ketidakpastian ini, pasar mulai melihat kemungkinan bahwa ekonomi AS dapat terjebak dalam resesi tahun ini, dengan prediksi meningkatnya kemungkinan tersebut hingga 32 persen, yang merupakan level tertinggi untuk tahun ini.
Menurut informasi yang dilansir oleh CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami penurunan sebesar 2 persen. Indeks lain, Topix, juga tidak luput dari dampak ini, dengan penurunan mencapai 1,4 persen.
Di Korea Selatan, situasi serupa terlihat pada indeks Kospi yang tergerus hampir 3 persen. Selain itu, indeks Kosdaq yang berisi saham-saham dengan kapitalisasi kecil merosot hampir 2 persen, mencerminkan ketidakpastian pasar yang melanda kawasan ini.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 di Australia mengalami penurunan sebesar 0,3 persen dalam perdagangan awal Asia. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga menunjukkan performa yang lemah, diperdagangkan di sekitar level 25.467.
Di Wall Street, perdagangan di bursa AS mengalami kemunduran yang signifikan, bahkan mencatatkan penutupan terendah sepanjang tahun 2026. Indeks Dow Jones Industrial Average turun hampir 740 poin, menembus angka di bawah 47.000 untuk pertama kalinya dalam tahun ini.
Indeks S&P 500 juga tidak luput dari penurunan, kehilangan 1,5 persen dan berada di angka 6.672,62. Sementara itu, Nasdag Composite merosot 1,8 persen, mencapai level 22.311,98, menunjukkan dampak negatif yang meluas di seluruh pasar saham.
➡️ Baca Juga: Keterampilan Digital yang Harus Dikuasai di Era Modern
➡️ Baca Juga: Pelni Sediakan 751 Ribu Tiket dan 55 Kapal untuk Arus Mudik Lebaran 2026




