Iran Berikan Ultimatum kepada AS: Pilih Gencatan Senjata atau Perang Berlanjut

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan peringatan tegas kepada Amerika Serikat untuk segera mengambil keputusan mengenai apakah mereka ingin melanjutkan gencatan senjata atau terus terlibat dalam konflik yang berkepanjangan melalui dukungan terhadap Israel. Ia juga menegaskan bahwa Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang disepakati dua minggu lalu dengan membiarkan rezim Zionis melakukan serangan yang mengakibatkan banyak korban jiwa di Lebanon.
“Istilah gencatan senjata antara Iran dan AS sudah jelas dan tegas. Amerika harus memilih antara gencatan senjata atau konflik yang berkelanjutan lewat Israel. Tidak mungkin kedua pilihan itu dapat diambil bersamaan,” ungkap Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial, seperti yang dikutip dari laman presstv.ir pada Kamis, 9 April 2026.
Peringatan ini muncul hanya beberapa jam setelah Israel meluncurkan serangkaian serangan udara besar-besaran yang menargetkan berbagai lokasi di Lebanon, yang mengakibatkan setidaknya 254 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.
Wilayah pinggiran selatan Beirut, Lembah Bekaa, dan kawasan selatan Lebanon menjadi sasaran serangan pada hari Rabu kemarin, beberapa saat setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran. Serangan yang dilancarkan oleh Israel ini dianggap sebagai salah satu gelombang serangan paling mematikan sejak pecahnya perang bulan lalu.
Menteri Kesehatan Lebanon menggambarkan eskalasi ini sebagai hal yang sangat berbahaya, menekankan bahwa ambulans dan pusat bantuan darurat juga tidak luput dari serangan.
Araghchi menggarisbawahi bahwa kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan secara eksplisit mencakup wilayah Lebanon.
“Dunia menyaksikan pembantaian yang terjadi di Lebanon. Sekarang, keputusan ada di tangan AS, dan seluruh dunia menunggu apakah mereka akan memenuhi komitmennya,” tambah Araghchi.
Serangan Israel terhadap Lebanon telah disebut sebagai pelanggaran besar yang mengarah pada tindakan kejahatan perang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam pernyataan terpisah, mengutuk keras tindakan yang ia sebut sebagai serangan brutal terhadap Lebanon.
Ia menilai serangan tersebut sebagai tindakan yang sangat keterlaluan dan memalukan.
Baqaei menegaskan bahwa pemerintah AS telah berkomitmen, melalui kesepahaman yang ditengahi oleh Pakistan, bahwa Lebanon termasuk dalam jangkauan gencatan senjata antara Iran dan AS.
“Sebagaimana disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan, penghentian permusuhan di wilayah Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS. Tindakan kejam yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap Lebanon hari ini jelas merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut,” tegasnya.
➡️ Baca Juga: Makna dan Keberkahan Sakit Menurut Buya Yahya: Lebih dari Sekadar Ujian dalam Hidup
➡️ Baca Juga: Manfaat Latihan Angkat Beban untuk Remaja dalam Mendukung Pertumbuhan Tulang Optimal




