Trump Hubungi Putin di Tengah Perang Iran, Tawarkan Solusi Cepat untuk Akhiri Konflik

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan percakapan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada malam hari tanggal 9 Maret 2026. Dalam dialog ini, mereka membahas sejumlah isu strategis yang berpotensi mempengaruhi dinamika global, termasuk perang yang sedang berlangsung di Iran yang telah menciptakan krisis energi di seluruh dunia.

Yuri Ushakov, penasihat untuk urusan luar negeri Putin, menjelaskan bahwa pembicaraan antara keduanya berlangsung dengan cara yang “profesional, terbuka, dan konstruktif”. Ia menyebutkan bahwa percakapan tersebut berlangsung selama sekitar satu jam, mencerminkan sifat dialog yang biasanya terjalin antara pemimpin Rusia dan Amerika.

“Donald Trump menghubungi Vladimir Vladimirovich Putin untuk membahas beberapa isu penting yang berkaitan dengan perkembangan situasi global terkini,” ungkap Ushakov, seperti yang dilansir dari TASS pada 10 Maret 2026.

Ushakov juga menyampaikan bahwa Presiden Putin meminta Trump untuk mencari “penyelesaian politik dan diplomatik yang cepat” terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, negara yang memiliki hubungan strategis dengan Rusia.

Trump, dalam percakapan tersebut, memberikan pandangannya mengenai situasi yang sedang berlangsung, ujar Ushakov, “dalam konteks operasi yang sedang dilakukan oleh AS dan Israel”.

Pemimpin Rusia itu juga memberikan Trump informasi mengenai situasi yang ada di garis kontak di mana pasukan Rusia mengalami kemajuan yang signifikan, merujuk pada konflik yang terjadi di Ukraina. Informasi ini diharapkan dapat mendorong pihak negosiator dari Kiev untuk lebih aktif menuju penyelesaian.

Putin memberikan penilaian positif terhadap upaya mediasi yang dilakukan oleh Trump dalam konflik Ukraina, menurut penasihatnya. Meskipun telah dilakukan serangkaian pertemuan antara pejabat Rusia, AS, dan Ukraina, belum ada kemajuan signifikan yang tercapai menuju gencatan senjata.

Kedua pemimpin tersebut juga saling bertukar pandangan yang “spesifik dan bermanfaat”, dan pembicaraan mereka mencakup situasi di Venezuela, terutama dalam konteks kondisi pasar minyak global yang sedang bergejolak.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Putin menyatakan bahwa Rusia telah “beberapa kali memperingatkan bahwa upaya untuk menggoyahkan stabilitas di Timur Tengah pasti akan berdampak negatif” pada pasar energi global, yang dapat menyebabkan lonjakan harga dan mengganggu pasokan.

“Secara keseluruhan, percakapan ini memiliki makna yang mendalam dan diyakini akan berdampak positif pada kerja sama kedua negara di berbagai aspek politik internasional di masa mendatang,” tambah pejabat tersebut.

Percakapan ini merupakan yang pertama antara pemimpin Rusia dan AS dalam lebih dari dua bulan, serta merupakan panggilan telepon pertama yang dilaporkan secara publik sejak serangan oleh AS dan Israel terhadap Iran.

➡️ Baca Juga: Jelang Penyembelihan Hewan Kurban di Istiqlal Jakarta dan Surabaya

➡️ Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari Internet dengan Menjadi Konsultan Online

Exit mobile version