Ahmad Khoirul Baasith: Mahasiswa UBL yang Berjuang Meraih Medali Asian Games Sambil Kuliah

Universitas Budi Luhur menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan atlet muda melalui program beasiswa yang ditujukan bagi mahasiswa atlet. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk merangsang prestasi olahraga, tetapi juga memastikan bahwa para atlet tetap menjalani pendidikan dengan baik.
Salah satu contoh inspiratif dari program ini adalah Ahmad Khoirul Baasith, seorang mahasiswa Fakultas Manajemen di Universitas Budi Luhur. Baasith adalah anggota tim panahan recurve beregu putra yang sukses meraih medali emas untuk Indonesia pada SEA Games 2025 yang diadakan di Thailand.
Perjalanan Baasith untuk bergabung dengan Universitas Budi Luhur dimulai setelah ia mencapai prestasi di tingkat internasional. Setelah mendapatkan medali perunggu di Asian Games 2023 yang berlangsung di Hangzhou, ia ditawari kesempatan untuk melanjutkan studinya di universitas tersebut.
“Awalnya, saya bisa masuk ke Universitas Budi Luhur karena pada tahun 2023 saya berhasil meraih medali perunggu di Asian Games Hangzhou. Setelah itu, saya ditawarkan untuk bergabung di kampus ini. Saya pun mendaftar dan menemukan adanya program beasiswa untuk atlet. Meskipun pada saat itu belum ada untuk panahan, saya mengajukan permohonan dan alhamdulillah berhasil,” ujar Baasith saat ditemui di Kampus Budi Luhur, Jakarta, pada Kamis, 5 Maret 2026.
Bagi Baasith, pendidikan adalah aspek penting yang tidak boleh diabaikan oleh seorang atlet. Meskipun ia sangat fokus pada latihan dan kompetisi, ia meyakini bahwa kuliah tetap harus dijalani sebagai bekal untuk masa depan.
“Pendidikan itu penting,” jawabnya singkat ketika ditanya mengenai signifikansi pendidikan bagi atlet.
Namun, menjalani dua peran sebagai atlet nasional dan mahasiswa bukanlah hal yang mudah. Baasith mengakui bahwa ia mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara latihan dan kuliah, terutama saat mengikuti pemusatan latihan nasional.
“Awalnya, saya merasa kesulitan dalam mengatur waktu. Di sini, saya sedang menjalani training center di Jakarta, dan jadwal latihan berlangsung dari pagi hingga malam. Jadi, untuk kuliah menjadi agak sulit,” ungkapnya.
Untungnya, pihak kampus memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa yang juga atlet. Ia memiliki kesempatan untuk mengikuti perkuliahan secara daring dan memanfaatkan sistem pembelajaran berbasis web yang disediakan oleh universitas.
“Universitas menyediakan fasilitas yang memungkinkan kami untuk kuliah secara online. Jadi, jika ada waktu di malam hari, saya bisa belajar. Kami juga memiliki platform web untuk belajar di student,” jelas Baasith.
Dengan dukungan dari Universitas Budi Luhur, Baasith dapat menyeimbangkan antara tuntutan akademik dan atletik. Inisiatif ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan bagi para atlet, sehingga mereka tidak hanya bersinar di arena olahraga tetapi juga siap menghadapi tantangan di masa depan.
Baasith adalah contoh nyata bahwa dengan dedikasi dan dukungan yang tepat, seorang atlet dapat mencapai prestasi tidak hanya di bidang olahraga tetapi juga akademik. Dengan semangat juang yang tinggi, ia berhasil membuktikan bahwa pendidikan dan olahraga dapat berjalan beriringan, menciptakan generasi atlet yang tidak hanya unggul di lapangan tetapi juga cerdas dalam menghadapi kehidupan.
Menjadi mahasiswa UBL dan atlet nasional, Baasith memegang prinsip bahwa kesuksesan di satu bidang tidak menghalangi pencapaian di bidang lainnya. Ia terus berjuang untuk meraih impian dan mempersembahkan yang terbaik bagi Indonesia, baik di ajang olahraga internasional maupun dalam dunia akademik.
Ketika ditanya tentang harapannya di masa depan, Baasith menegaskan pentingnya melanjutkan prestasi di bidang panahan sambil tetap menyelesaikan pendidikannya. Ia ingin menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya yang memiliki impian serupa.
Dengan perjalanan dan pengorbanan yang dijalaninya, Ahmad Khoirul Baasith menunjukkan bahwa ketekunan dan komitmen dapat membawa seseorang meraih sukses di berbagai bidang. Sebagai mahasiswa UBL dan atlet, ia telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, semua impian bisa dicapai.
➡️ Baca Juga: Peran Kaligrafi Arab dalam Pendidikan Islam: Studi Kasus
➡️ Baca Juga: Menemukan Keseimbangan: Cara Mengatur Waktu Kerja dan Pribadi
