Vape Sebagai Pintu Masuk Narkoba, Cak Imin Ingatkan Lingkungan Pesantren Agar Waspada

Menko Pemberdayaan Masyarakat dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, memberikan perhatian khusus terhadap fenomena penggunaan rokok elektrik atau vape yang kini semakin marak dan disalahgunakan sebagai alat penyebaran narkotika.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah Badan Narkotika Nasional mengungkapkan bahwa vape telah dijadikan sebagai “wadah baru” untuk peredaran narkoba, yang menjadi tren di kalangan generasi muda.
Cak Imin menekankan pentingnya merespons situasi ini dengan serius, mengingat penyebarannya telah menjangkau lingkungan pendidikan, termasuk pesantren yang selama ini menjadi tempat yang dijaga keamanannya.
“Vape sekarang sudah banyak disalahgunakan untuk narkoba, dan ini sangat berisiko. Kita tidak boleh lengah, karena ini bisa menjadi pintu masuk baru yang tidak kita sadari, bahkan di lingkungan pesantren yang selama ini kita lindungi,” ungkap Cak Imin di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), pada Senin, 20 April 2026.
Ia menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dianggap sepele sebagai sekadar tren gaya hidup anak muda, melainkan sebagai ancaman nyata bagi masa depan mereka.
Perubahan pola peredaran narkoba yang semakin canggih ini menuntut kewaspadaan dari semua pihak, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, hingga aparat penegak hukum.
“Kita tidak bisa hanya bersikap reaktif. Pemerintah harus menjamin adanya regulasi yang jelas, pengawasan yang ketat, dan edukasi yang masif kepada generasi muda. Pesantren dan sekolah juga harus diperkuat agar tidak menjadi celah bagi praktik-praktik berbahaya ini,” lanjutnya.
Cak Imin juga menekankan perlunya pendekatan yang bijaksana dan berbasis data dalam menyikapi permasalahan ini, agar tidak menimbulkan kepanikan yang berlebihan di masyarakat tetapi tetap dapat memberikan perlindungan maksimal kepada generasi muda.
“Pendekatannya harus seimbang. Kita harus tegas terhadap narkoba, namun juga cerdas dalam memahami fenomena ini. Jangan sampai kita mengambil langkah yang salah karena kurangnya data, tetapi juga jangan sampai terlambat dalam bertindak,” tuturnya.
Dengan demikian, Cak Imin berharap agar penyalahgunaan vape sebagai sarana peredaran narkoba dapat ditangani secara komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor.
“Sehingga, ruang-ruang pendidikan, termasuk pesantren, tetap menjadi tempat yang aman dan kondusif bagi pembentukan karakter generasi bangsa,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Mengelola Aplikasi Latar Belakang di iPhone Agar Tetap Responsif
➡️ Baca Juga: Panduan Lengkap Membuat Surat Penawaran Kerjasama (Proposal) yang Profesional dan Efektif




