Malam Lailatul Qadar adalah momen yang sangat berharga bagi umat Islam. Terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, malam ini diyakini menyimpan keutamaan yang luar biasa, bahkan lebih baik daripada seribu bulan. Oleh karena itu, banyak orang yang berusaha meningkatkan ibadah mereka untuk meraih keberkahan pada malam yang sangat istimewa ini.
Namun, bagi sebagian orang yang sedang melakukan perjalanan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri, muncul pertanyaan: apakah mereka tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan Lailatul Qadar?
Pendakwah Buya Yahya menegaskan bahwa peluang untuk meraih Lailatul Qadar tetap ada bagi siapa saja, termasuk mereka yang tengah dalam perjalanan.
Menurut Buya Yahya, esensi dari meraih Lailatul Qadar adalah menghidupkan malam tersebut melalui berbagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Ini sejalan dengan hadist Nabi yang menekankan pentingnya mengisi malam Lailatul Qadar dengan amal ibadah.
“Menghidupkan malam Ramadan atau meraih Lailatul Qadar bagi mereka yang dalam perjalanan adalah hal yang sudah disebutkan dalam hadist Nabi. Siapa pun yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah di Lailatul Qadar, bukan hanya melalui itikaf,” ungkap Buya Yahya.
Ia juga menambahkan bahwa itikaf memang merupakan salah satu cara untuk lebih fokus dalam beribadah selama malam-malam terakhir Ramadan. Namun, ia menegaskan bahwa itikaf hanyalah salah satu sarana untuk membantu seseorang lebih khusyuk dalam beribadah dan bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan Lailatul Qadar.
Bagi mereka yang sedang mudik atau dalam perjalanan, ibadah tetap dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti berzikir, membaca Al-Quran, berselawat, serta melaksanakan salat.
“Bagi yang tidak dapat melakukan itikaf karena sedang dalam perjalanan, maka mereka dapat menghidupkan malam tersebut dengan beribadah kepada Allah. Salat tarawih tetap bisa dilaksanakan, bahkan dalam kendaraan. Nabi sendiri pernah melaksanakan salat dalam perjalanan,” jelas Buya Yahya.
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan mudik seharusnya tidak membuat seseorang lalai dari ibadah. Justru, perjalanan ini dapat dimanfaatkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
“Manfaatkan waktu dalam perjalanan untuk berzikir, menyebut nama Allah, membaca Al-Quran, berselawat, dan melaksanakan salat. Daripada mengeluh tentang kemacetan, lebih baik kita beribadah,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: India dan Sri Lanka Izinkan Kapal Perang Iran Berlabuh di Tengah Ancaman Torpedo AS
➡️ Baca Juga: Menjaga Kesehatan Jantung: Makanan dan Kebiasaan Sehat
