depo 10k depo 10k
otomotif

Penurunan Peminat Mobil Korea di Indonesia: Mengapa Minatnya Berkurang?

Pangsa pasar mobil asal Korea Selatan di Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 masih terbilang kecil, meskipun ada indikasi pergerakan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hyundai tetap menjadi pemain dominan dari negara ini, berkontribusi signifikan terhadap angka penjualan.

Berdasarkan data penjualan ritel dari Januari hingga Maret 2026, Hyundai berhasil mencatat penjualan sebanyak 4.824 unit. Angka ini merupakan akumulasi dari 1.403 unit yang terjual di bulan Januari, 1.734 unit di Februari, dan 1.687 unit pada bulan Maret.

Selain Hyundai, Kia juga memberikan kontribusi meskipun dalam jumlah yang lebih kecil, dengan total penjualan 143 unit selama kuartal pertama 2026. Dengan demikian, total penjualan kendaraan asal Korea Selatan mencapai 4.967 unit.

Jika kita bandingkan dengan total pasar otomotif nasional yang mencapai 211.905 unit pada Q1 2026, pangsa pasar mobil Korea Selatan hanya sekitar 2,3 persen. Ini menunjukkan posisi yang masih cukup kecil di tengah dominasi merek Jepang dan merek asal China yang semakin meningkat.

Sebagai perbandingan, pada kuartal yang sama di tahun 2025, Hyundai mencatat penjualan yang lebih tinggi, yakni 6.508 unit. Rincian penjualan terdiri dari 2.001 unit pada Januari, 2.153 unit pada Februari, dan 2.354 unit pada Maret.

Di sisi lain, Kia pada Q1 2025 berhasil menjual sekitar 118 unit dalam tiga bulan pertama. Ini membuat total penjualan mobil asal Korea Selatan pada kuartal pertama tahun 2025 mencapai 6.626 unit.

Namun, ketika kita melihat perbandingan tahunan, penjualan mobil asal Korea Selatan mengalami penurunan pada Q1 2026. Dari angka 6.626 unit di Q1 2025, penjualan turun menjadi 4.967 unit di periode yang sama tahun ini.

Penurunan ini juga memengaruhi pangsa pasar, yang mengalami tekanan. Pada Q1 2025, pangsa pasar mobil Korea Selatan berada di angka sekitar 3 persen, sementara pada Q1 2026 turun menjadi sekitar 2,3 persen.

Situasi ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan pasar otomotif nasional tidak sepenuhnya diikuti oleh merek-merek asal Korea Selatan. Di sisi lain, persaingan yang semakin agresif dari merek-merek asal China turut memengaruhi posisi mereka di pasar.

Walaupun demikian, Hyundai tetap menjadi pilar utama dengan kontribusi yang paling besar. Sementara itu, Kia masih berada pada level penjualan yang relatif kecil.

Secara keseluruhan, pangsa pasar mobil Korea Selatan pada kuartal pertama 2026 menunjukkan penyesuaian jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, mereka tetap menjadi bagian yang penting dalam persaingan di pasar otomotif Indonesia.

➡️ Baca Juga: Reaksi Ressa Ketika Diajak Tinggal Bersama Denada dalam Satu Atap

➡️ Baca Juga: Polri dan Jurnalis Salurkan Santunan serta Sembako untuk Anak Yatim-Piatu dan Dhuafa

Related Articles

Back to top button