Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) telah aktif mengumpulkan aspirasi dari para pengembang, investor, dan pelaku industri untuk melakukan evaluasi dan memperkuat kebijakan yang berkaitan dengan industri gim di Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam acara Public Hearing yang bertajuk “Penguatan dalam Perspektif Praktisi dan Pengusaha Industri Gim” pada Selasa, 31 Maret, di Kantor Kemenko PM, Jakarta.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menyatakan rasa terima kasihnya atas pertumbuhan subsektor gim yang semakin pesat. Menurut data yang diproyeksikan untuk tahun 2025, nilai ekspor dari pengembang gim Indonesia diperkirakan mencapai 60,8 juta USD, menjadikannya sebagai penyumbang ekspor terbesar keempat setelah subsektor fesyen, kriya, dan kuliner.
Namun, Leontinus menekankan perlunya transparansi dalam memahami situasi di lapangan, di mana pangsa pasar gim lokal saat ini hanya sekitar 1%. Pasar domestik masih didominasi oleh produk-produk impor, yang menunjukkan tantangan yang harus dihadapi.
“Pemerintah tidak tinggal diam; kami telah berupaya mempercepat proses ini melalui Perpres Nomor 19 Tahun 2024. Tujuan kami jelas: kami ingin produk gim lokal menjadi pemimpin di pasar domestik dan mampu bersaing di tingkat global,” ungkap Leontinus dalam keterangannya pada Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa partisipasi publik yang berkontribusi secara berarti adalah kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat. Leontinus menjelaskan bahwa pemerintah memahami bahwa implementasi regulasi di lapangan sering kali menemui tantangan struktural yang belum sepenuhnya diakomodasi oleh birokrasi. Melalui Public Hearing ini, pemerintah berperan sebagai pendengar untuk menyerap masukan yang berharga, mulai dari isu pendanaan hingga dominasi publisher asing.
“Siang ini, posisinya dibalik. Pemerintah akan mendengarkan, sementara pelaku industri menjadi pembicara utama. Kami sangat berharap agar Anda menyampaikan semua masukan, saran, dan bahkan kritik yang membangun tanpa ragu,” tegas Leontinus.
Leontinus juga menambahkan bahwa masukan yang konkret dari para praktisi sangat penting untuk membangun ekosistem yang sesuai dengan kebutuhan nyata, bukan hanya asumsi yang ada di meja birokrasi. Hasil dari diskusi ini diharapkan dapat dirumuskan menjadi langkah-langkah konkret, termasuk dalam bentuk Policy Brief, yang diharapkan dapat menjadi pengubah permainan bagi industri gim nasional.
➡️ Baca Juga: Strategi Sehat Harian untuk Mempertahankan Keseimbangan Aktivitas Fisik Sepanjang Hari
➡️ Baca Juga: Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Kewaspadaan bagi Tenaga Medis Terkait Peningkatan Kasus Campak
