Michael Saylor Investasikan Rp17 Triliun untuk Akuisisi 13.927 Bitcoin

Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, baru saja melanjutkan langkah agresifnya dalam akuisisi Bitcoin dengan menambahkan 13.927 keping BTC ke dalam portofolionya. Ini adalah langkah signifikan bagi perusahaan yang telah menjadi pemegang Bitcoin terbesar di dunia.
Menurut laporan dari Yahoo Finance, total nilai akuisisi ini mencapai sekitar US$1 miliar, yang setara dengan Rp 17,13 triliun berdasarkan kurs Rp 17.130 per dolar AS. Dalam pembelian ini, Strategy, yang terdaftar dengan kode MSTR di bursa Nasdaq, melakukan transaksi dengan harga rata-rata sebesar US$71.902 atau sekitar Rp 1,23 miliar per koin yang dibeli.
Proses pembelian Bitcoin kali ini tidak menggunakan kas internal perusahaan. Sebaliknya, Strategy sepenuhnya membiayai transaksi tersebut melalui penerbitan saham preferen yang dikenal sebagai Stretch (STRC). Ini menunjukkan pendekatan inovatif perusahaan dalam mengelola keuangan untuk mendukung akuisisi aset kripto.
Stretch adalah instrumen saham preferen yang dirancang dengan skema imbal hasil variabel, memberikan pendapatan bulanan yang tinggi kepada pemegangnya. Saat ini, imbal hasil dividen yang ditawarkan mencapai sekitar 11,5 persen per tahun, dengan harga saham yang tetap stabil di kisaran US$100.
Dengan akuisisi terbaru ini, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 780.897 BTC. Sejak awal, perusahaan ini telah menginvestasikan sekitar US$59,02 miliar dengan harga rata-rata per akuisisi Bitcoin di angka US$75.577.
Berdasarkan data dari CoinMarketCap, harga Bitcoin pada Selasa, 14 April 2026, tercatat pada level US$74.608,14, mengalami kenaikan sebesar 5,45 persen dalam 24 jam terakhir. Kenaikan harga ini mencerminkan fluktuasi pasar yang terus-menerus dan ketertarikan investor terhadap aset digital.
Sejak Bitcoin mencapai rekor tertingginya di angka US$126.000 pada Oktober 2026, Saylor telah aktif mengumpulkan Bitcoin selama enam bulan terakhir. Tindakan ini menegaskan keyakinan jangka panjang perusahaan terhadap potensi Bitcoin sebagai aset yang strategis dan menguntungkan.
Namun, langkah agresif dalam akuisisi Bitcoin ini juga memiliki dampak pada kinerja saham perusahaan. Saham MSTR tercatat mengalami penurunan sekitar 59 persen dalam satu tahun terakhir, dan saat ini diperdagangkan di level US$128,64 per saham. Ini menunjukkan adanya dinamika yang kompleks antara investasi dalam aset digital dan performa pasar saham.
➡️ Baca Juga: Wakil Menteri Dikritik karena Pernyataan Soal Guru Honorer
➡️ Baca Juga: Kembangkan Kreativitas Serangan Badminton untuk Sulitkan Lawan Membaca Pola Pukulan




